Terkait Kasus Pembunuhan Alvaro, RS Polri Periksa Dua Kantong Jenazah

RS Polri Kramat Jati tengah memeriksa dua kantong berlabel Mr X yang diduga berisi jenazah Alvaro Kiano Nugroho.

Diterbitkan 24 November 2025, 19:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulih mengatakan, pihaknya tengah memeriksa dua kantong jenazah terkait kasus pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho.

 

"Kami terima dua kantong diduga korban yang tertulis Mr X. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan luar dan dalam," kata dia di RS Polri, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Prima mengungkapkan, kedua kantong jenazah tersebut tiba pada Senin dini hari sekitar pukul 00.45 WIB, yang kemudian langsung dilakukan proses indentifikasi awal, termasuk identifikasi antropologi forensik dan tahap pencocokan data.

"Pemeriksaan luar dan dalam sesuai dengan permintaan penyidik," jelas dia.

Prima menekankan pentingnya ketelitian dalam proses identifikasi karena kondisi kantong jenazah tersebut masih harus melalui verifikasi lanjutan.

Prima menjelaskan jenazah itu dikemas dalam dua kantong berbahan kertas, meskipun dia tak menjelaskan apakah kantong tersebut berisikan kerangka atau bagian tubuh lainnya.

"Dua kantong, kantong dari kertas. Lagi proses pemeriksaan," tutur dia.

Di sisi lain, soal kehadiran pihak keluarga, dia menegaskan, semuanya akan diserahkan ke tim penyidik sebagaimana seperti dilansir dari Antara.

"Kami lagi berproses. Kami koordinasi dengan penyidik untuk pengambilan data ante mortem," jelas Prima.

Adapun, RS Polri masih menunggu data pembanding dari keluarga untuk mempercepat identifikasi, termasuk kemungkinan tes DNA. Hingga kini, polisi dan tim forensik juga belum dapat memastikan kapan identifikasi jenazah yang diduga Alvaro selesai.

Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Alvaro Tak Meninggal di Sel

Pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, Alex Iskandar meninggal dunia karena bunuh diri. Namun, perbuatan tersebut tak dilakukannya di dalam sel.

Hal ini jelas membantah pernyataan Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Nicolas Ary Lilipaly yang membenarkan pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro kehilangan nyawa di ruang tahanan.

"Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).

Sebelumnya, polisi telah menangkap seseorang bernama Alex yang diduga sebagai pelaku penculikan Alvaro Kiano Nugroho (6). Namun, si pelaku yang juga merupakan ayah tiri dari Alvaro dikabarkan telah meninggal dunia.

Kabar tewasnya Alex diketahui sang nenek Alvaro, Sayem (53) dari pihak kepolisian.

"Tersangkanya bapak tirinya Alvaro. Dia sudah meninggal," kata Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025).

Sayem mengatakan, Alex sudah ditangkap sejak Rabu 19 November 2025 di kawasan Tangerang. Dua hari kemudian, polisi memberitahukan pria tersebut ditemukan tewas.

"Ini tersangka ini meninggal katanya bunuh diri di Polres Metro Jaksel," ucap dia.

Saat ini, jenazah Alex telah dikuburkan di Tangerang. Namun, pihak keluarga belum yakin, karena hanya menerima foto lokasi pemakaman tanpa penjelasan rinci.

"Tapi kakeknya belum pasti jelas meninggalnya itu. Apa tersangka Alex apa bukan. Makanya nanti dari polda, polres mau selidiki yang lain-lain. Soalnya kakenya gak percaya, soalnya dikasih tahu cuman kuburannya aja gitu," ucap dia.

Temukan Kerangka

Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan adalah ayah tirinya.

"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.

Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis "deoxyribonucleic acid" (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas.

Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6