Prabowo Usul Lauk MBG Diganti Telur Puyuh atau Daging, Antisipasi Kelangkaan Pangan Akhir Tahun

Beberapa daerah sudah mulai mengalami kenaikan harga bahan baku makanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Khususnya untuk sumber protein yakni, ayam dan telur.

Diterbitkan 21 November 2025, 11:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo usulkan penggantian menu MBG sementara jelang Nataru.
  • Penggantian untuk antisipasi kelangkaan bahan baku seperti telur dan buah.
  • BGN bekerja sama dengan kementerian untuk jamin pasokan dan manfaatkan lahan kosong.

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penggantian sementara beberapa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk mengantisipasi kelangkaan bahan baku. Dia menyarankan pengurangan menu telur ayam dan menggantinya dengan daging sapi atau telur puyuh agar stok pangan masyarakat tetap terjaga.

"Tadi Pak Presiden pesan, 'Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh,' gitu," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) nanik S. Deyang usai rapat bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 20 November 2025.

"Supaya enggak ganggu kebutuhan masyarakat yang mau Nataru dan mau lebaran untuk kue, terutama telur ya," sambungnya.

Menurut dia, beberapa daerah sudah mulai mengalami kenaikan harga bahan baku makanan menjelang Nataru. Khususnya untuk sumber protein yakni, ayam dan telur.

"Ya sekarang masih, masih kecil, ya, tapi kan tanda-tanda itu mulai ada. Saya kasih contoh kalau yang SPPG-nya sudah mulai penuh di kabupaten itu sudah mulai naik," ujarnya.

Selain ayam dan telur, Nanik mengungkapkan buah-buahan di pasar juga mulai mengalami kelangkaan. Padahal, buah-buahan dibutuhkan untuk menu makan bergizi gratis.

"Terus yang mengkhawatirkan juga ini buah. Dulu buah ini di pasar induk aja tumpuk-tumpukan, sekarang udah susah juga nyari buah," tutur Nanik.

Lahan Kosong Disulap Jadi Kebun & Peternakan

Dia menyampaikan BGN telah mengajak sejumlah kementerian/lembaga untuk bekerja sama dalam program penyediaan bahan baku MBG. Salah satunya, bekerja sama dengan TNI AD untuk beternak ayam dan menanam sayuran.

"Kemudian saya sudah kerja sama dengan Menteri Koperasi. Nanti Koperasi, Menteri Koperasi akan membiayai koperasi-koperasi yang menanam buah, menanam sayur, maupun beternak. Sampai tahap awal mungkin Rp 300 miliar mereka akan biayai koperasi itu," jelasnya.

Tak hanya itu, BGN turut bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menggerakkan kepala daerah agar mau menyiapkan lahan-lahan kosong. Nantinya, lahan-lahan kosong akan ditanam sayur-sayuran atau menjadi peternakan.

"Saya juga kerja sama dengan Mendagri. Mendagri akan gerakkan semua bupati di berbagai daerah untuk menyiapkan, jadi untuk menggerakkan di RT-RW ini sekarang lahannya enggak boleh kosong lagi, entah itu untuk ternak atau untuk nanam sayuran," pungkas Nanik.

Data Penerima MBG

Hingga 22 Juni 2025, jumlah penerima manfaat MBG tercatat mencapai sekitar 5,2 juta orang. Angka ini meningkat menjadi lebih dari 5,5 juta orang pada akhir Juni, dengan dukungan dari 1.861 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif melayani di berbagai wilayah.

Memasuki bulan Juli 2025, jumlah penerima terus melonjak, mendekati angka 7 juta orang. Pemerintah menargetkan cakupan program ini akan menyentuh sekitar 82,9 juta penerima hingga akhir tahun 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6