Kemendagri: Validasi Lapangan Pastikan Ekosistem Inovasi Daerah Terbentuk

Yushato menjelaskan bahwa proses validasi dilakukan secara menyeluruh agar hasil penilaian inovasi daerah benar-benar akurat dan kredibel.

Diterbitkan 12 November 2025, 23:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BSKDN Kemendagri validasi inovasi daerah Tabalong untuk IGA 2025.
  • Validasi memastikan ekosistem inovasi terbentuk dan kebijakan daerah dilaksanakan.
  • Penilaian melibatkan kurasi UI dan Unhas untuk akurasi data inovasi daerah.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo melakukan validasi lapangan terhadap inovasi daerah di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahap penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan oleh BSKDN Kemendagri.

Dalam kunjungannya, Yusharto menegaskan pentingnya validasi lapangan sebagai langkah untuk memastikan bahwa inovasi daerah tidak hanya sebatas laporan di atas kertas.

“Validasi lapangan untuk melihat apa benar ekosistem inovasi itu terbentuk di Kabupaten Tabalong. Bahwa kebijakan yang disampaikan dalam bentuk perjanjian kinerja, pemberian insentif, ataupun penerapan stick and carrot strategy benar-benar dilaksanakan oleh kepala daerah,” kata Yusharto Huntoyungo.

Ia menjelaskan bahwa proses validasi dilakukan secara menyeluruh agar hasil penilaian inovasi daerah benar-benar akurat dan kredibel. Yusharto menjelaskan, data inovasi yang disampaikan daerah ke Kemendagri telah melalui proses kurasi dan penilaian berlapis sebelum dilakukan validasi lapangan.

“Inovasi tersebut divalidasi oleh dua perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Apa yang divalidasi oleh UI diberikan ke Unhas, begitu pun sebaliknya, sehingga keajegan datanya muncul disertai bukti-bukti yang dilakukan quality control,” paparnya.

Ia menambahkan, hasil validasi tersebut akan menjadi dasar untuk pemeringkatan indeks inovasi daerah, yang menunjukkan posisi relatif daerah dalam pengembangan inovasi di tingkat nasional.

“Kita akan lakukan pemeringkatan untuk melihat indeks, dan indeks ini menunjukkan posisi relatif daerah dalam pengembangan inovasi,” jelasnya.

 

Apresiasi untuk Inovasi Tabalong

 

Pada kesempatan itu, Yusharto memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya inovatif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabalong. Ia menilai Tabalong memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi berbasis ekonomi lokal.

“Mari kita sambut inovasi di berbagai bidang, termasuk inovasi dalam bidang literasi. Banyak aspek yang bisa dikembangkan lewat literasi, baik ekonomi, industri, maupun pertanian. Pengembangan ekonomi juga harus dikaitkan dengan komoditas lokal,” ungkapnya.

 

Dorong OPD Kembangkan Inovasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Yusharto mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berperan aktif memperkuat ekosistem inovasi lintas sektor.

“Ayo OPD, ada Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Informatika, Lingkungan Hidup, Pemberdayaan Perempuan, dan lainnya. Mari kita kembangkan ekosistem inovasi di segala sektor,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6