Data Terbaru Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta: 75 Orang Masih dalam Perawatan

Rumah Sakit Islam (RSI) Jakarta Cempaka Putih mengeluarkan data terbaru korban ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Diterbitkan 13 November 2025, 14:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • RSI Cempaka Putih rawat 75 korban ledakan SMAN 72 per 13 November 2025.
  • Posko pelayanan akan beroperasi hingga semua korban ledakan pulih total.
  • Pelaku ledakan merasa tertindas, dendam, terinspirasi teroris dunia.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Islam (RSI) Jakarta Cempaka Putih mengeluarkan data terbaru korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Data hingga Kamis (13/11/2025) pukul 12.00 WIB, sebanyak 75 pasien masih menjalani perawatan.

Dari jumlah tersebut, 12 pasien dirawat inap, 61 pasien menjalani rawat jalan, dan 2 pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

"Untuk di ICU enggak ada, sesuai data yang kami update di sini, korban terbagi di beberapa ruangan dan rumah sakit lain juga," ujar Agus dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Metro Jakarta Pusat saat ditemui di posko pelayanan, Kamis (13/11/2025).

Agus menjelaskan, posko pelayanan kesehatan yang dibuka di RS Islam Cempaka Putih akan tetap beroperasi sampai seluruh korban benar-benar pulih dan keluar dari rumah sakit.

"Untuk posko pelayanan sampai semua korban yang dirawat Rumah Sakit (RS Islam Jakarta Cempaka Putih) benar-benar pulih dan keluar dari rumah sakit ini," kata Agus.

Untuk diketahui, berdasarkan data update yang diperoleh per 13 November 2025, para korban dari ledakan bom SMAN 72 Jakarta mendapat perawatan di tiga rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, dan Rumah Sakit Pertamina Jaya. Dengan total keseluruhan 110 Pasien yang berdasarkan rawat inap, rawat jalan, dan rujuk.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com pada pukul 13.07 WIB, suasana di posko terlihat mulai sepi dari kunjungan keluarga korban. Hanya beberapa anggota kepolisian dari Sidokkes yang masih tampak siaga di lokasi untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar.

RS Islam Jakarta Cempaka Putih kini menjadi salah satu titik utama dalam pemulihan pasca-ledakan. Petugas medis dan kepolisian dari Sidokkes Polres Metro Jakarta Pusat masih terus bersiaga di lokasi hingga seluruh korban benar-benar pulih.

Polisi Dalami Dugaan Motif Pelaku Ledakan

Dari hasil penyelidikan sementara, PPID Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengungkap bahwa terduga pelaku merasa tertindas dan menyimpan dendam akibat perlakuan yang diterimanya di lingkungan sekolah.

“Bahwa (pelaku) merasa perasaan tertindas, merasa kesepian tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa, lalu yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam,” ujar Mayndra saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Mayndra menambahkan, pelaku diketahui terinspirasi dari enam figur pelaku teror dunia, di antaranya Eric Harris dan Dylan Klebold (Columbine, AS), Dylann Storm Roof (Charleston, AS), Alexandre Bissonnette (Quebec, Kanada), Vladislav Roslyakov (Krimea), Brenton Tarrant (Christchurch, Selandia Baru), serta Natalie Lynn “Samantha” Rupnow (Madison, AS).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6