Wamenaker Apresiasi PT Hok Tong Jambi Serap 100 Persen Pekerja Lokal dan Raih Zero Accident

Perusahaan juga dianggap sukses menerapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga mampu mencapai capaian zero accident.

Diterbitkan 13 November 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamenaker mengapresiasi PT Hok Tong atas hubungan industrial harmonis dan zero accident 4 tahun.
  • PT Hok Tong memberdayakan 180 pekerja lokal, 47% berasal dari Jambi Timur.
  • Wamenaker mendorong PT Hok Tong tingkatkan K3 dan rekrut lebih banyak pekerja lokal.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor melakukan kunjungan kerja ke PT Hok Tong Jambi, perusahaan pengolah bahan baku karet menjadi crumb rubber (karet remah) yang berlokasi di Jalan Raden Patah RT.07, Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi, pada Rabu (12/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Afriansyah didampingi oleh Manajer Pabrik, Hermawan Budiman. Ia diajak meninjau langsung area produksi, laboratorium, serta gudang penyimpanan barang jadi di lahan perusahaan seluas 1,4 hektar tersebut.

Usai melakukan peninjauan, Afriansyah menyampaikan apresiasinya terhadap manajemen PT Hok Tong yang dinilai berhasil menjaga hubungan industrial dengan serikat pekerja secara harmonis. Selain itu, perusahaan juga dianggap sukses menerapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga mampu mencapai capaian zero accident.

"Perusahaan ini mampu meraih penghargaan dengan predikat perusahaan zero accident selama 4 tahun beruntun," ujar Afriansyah.

Serap Pekerja Lokal dan Dorong Ekosistem Ketenagakerjaan Inklusif

"Sebanyak 100 pekerja dari provinsi Jambi dan 47 persennya pekerja berasal dari warga kecamatan Jambi Timur. Jadi mereka memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan dan provinsi Jambi, " katanya.

Wamenaker berharap Hok Tong terus berkembang memperluas usaha di provinsi Jambi maupun wilayah Sumatera. Kemnaker berkomitmen untuk terus berkolaborasi mendukung dunia usaha/industri yang lebih baik.

"Saya berharap perusahaan ini lebih meningkatkan prinsip K3 ke depan sehingga dapat berkembang pesat. Jadi bisa merekrut lebih banyak pekerja di sekitar perusahaan ini, " katanya.

 

Afriansyah menambahkan dengan sinergi dan kolaborasi maka tercipta ekosistem ketenagakerjaan yg lebih inklusif. 'Peningkatan produktivitas untuk perusahaan dan peningkatan skill pekerja melalui sinergi dengan BPVP kemnaker, " katanya.

Sementara Hermawan Budiman mengaku senang sekaligus memperoleh kehormatan, Afriansyah Noor dapat berkunjung sekaligus berdialog dengan serikat pekerja di perusahaan yang berdiri sejak tahun 1937 lalu.

"Saat ini jumlah karyawan 180 orang dan kami tidak mempekerjakan tenaga kerja asing dan tenaga kerja di bawah umur, " katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6