Liputan6.com, Jakarta - Jumat 7 November 2025, Jakarta dibuat geger. Saat itu matahari tepat berada di atas kepala. Orang-orang sedang bersiap melaksanakan salat Jumat.
Tiba-tiba dhuar. Setidaknya ada empat bunyi dentuman keras di SMAN 72, Kelapa Gading Jakarta Utara. Ternyata bom yang meledak.
Para korban yang rata-rata anak SMA berhamburan keluar. Dengan penuh luka. Mereka dievakuasi ke rumah sakit. Polisi pun mengungkap fakta-fakta di balik sosok pelaku bom tersebut.
Advertisement
Polisi mengatakan, pelaku sering merasa sendirian dan tidak memiliki tempat untuk bercerita tentang keluh kesahnya, baik lingkungan keluarga atau sekolah. Masalah tersebut yang memicu dorongan bagi pelaku melancarkan aksi peledakan sekolah.
"Yang bersangkutan anak berkonflik dengan hukum terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum tersebut, dorongan yang bersangkutan merasa sendiri kemudian merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesah," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
Meski demikian, Iman menegaskan, aksi dari anak berhadapan dengan hukum (ABH) tersebut merupakan perbuatan melawan hukum patut diduga melanggar pasal 80 ayat 2 juncto, pasal 355 KUHP dan 187 KUHP dan 1 ayat 1 UU Darurat.
"Sampai saat ini kami terus melakukan pengembangan temuan-temuan atas peristiwa tersebut," tegas Iman.
Bukan Kelompok Teroris
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407489/original/000189300_1762743812-sm2.jpg)
PPID Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, ABH tersebut tidak terkait dari jaringan terorisme mana pun dalam melancarkan aksinya. Oleh karena itu, Densus 88 menyimpulkan aksi dari pelaku tidak termasuk tindak pidana terorisme.
"Jadi murni tindakan yang dilakukan adalah tindakan kriminal umum," ungkap Eka.
Terkait dengan nama-nama teroris pada senjata mainan yang dibawa pelaku, Eka menyebut nama dan aksi dari pelaku teror dunia tersebut menjadi inspirasi bagi ABH untuk melakukan ledakan.
"Yang bersangkutan hanya melakukan peniruan itu sebagai inspirasi yang bersangkutan melakukan tindakan," tutup Eka.
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menyebut berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di SMAN 72 Jakarta, ditemukan bahan peledak dengan kekuatan rendah atau low explosive.
"Dari olah TKP yang kami laksanakan di TKP 1, 2, dan rumah anak yang berkonflik, didapatkan hasil di TKP 1 terdapat residu bahan peledak dengan kekuatan rendah low explosive," kata Kabid Balistik Metalurgi Forensik (Balmetfor) Mabes Polri Kombes Pol Ari Kurniawan Jati, Selasa (11/11).
"Kemudian pada TKP 2 bahan yang didapat bom belum meledak itu juga low explosive."
Ia menjelaskan, bahan peledak yang sama juga ditemukan di rumah anak berkonflik dengan hukum.
"Dengan kata lain bahan di TKP 1 masjid, TKP 2 samping bank sampah, itu ada kesesuaian dengan bahan yang ditemukan di rumah anak berkonflik dengan hukum. Hasil itu kami rangkum dan simpulkan ke penyidik," ucapnya.
Â
Advertisement
Pakai Remote Control
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407068/original/022946700_1762665212-4.jpg)
Polisi menduga terduga pelaku meledakkan bom di masjid dan bank sampah SMAN 72 Jakarta dari jarak jauh. Dugaan ini diperkuat oleh temuan remote control di taman baca.
"Analisa kami, terduga pelaku itu meledakkan posisi yang bersangkutan tidak dalam masjid karena remote control kami temukan di taman baca," kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto dalam konferensi pers, Selasa (11/11/2025).
Dia menjelaskan, ditemukan tujuh bom di tiga titik SMAN 72 Jakarta. Tiga titik tersebut adalah masjid, bank sampah, dan taman baca.
Namun, dari jumlah tersebut hanya empat bom yang meledak. Dua bom meledak di dalam masjid, dua lainnya di bank sampah.
"Jadi dari 7 (bom), empat meldak, tiga masih aktif yang sudah kita amankan di markas gegana satuan brimob," jelasnya.Â
Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta telah berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Selain itu, Asep juga mengungkapkan, terduga pelaku ledakan merupakan siswa aktif, sehingga ditetapkan status ABH tersebut.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, anak yang berkonflik dengan hukum yang disingkat ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif," kata dia.
Asep juga mengungkapkan, bahwa apa yang dilakukan ABH di SMAN 72 Jakarta tak disuruh pihak manapun atau dilakukan secara mandiri.
Selain itu, kata dia, yang bersangkutan juga tak tergabung dalam kelompok teror manapun.
"Yang bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu," ungkap Asep.
Â
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407492/original/076802200_1762743813-sm5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7524060/original/014446200_1780297338-1002299959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7457558/original/071405400_1780231961-Ledakan_bom_PD_II_di_Biak_Numfor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652952/original/037799000_1700219911-pexels-pixabay-260397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4360169/original/008358100_1678938599-Thumbnail_Liputan6.com-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405905/original/038844400_1762503588-WhatsApp_Image_2025-11-07_at_15.07.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3558799/original/065937000_1630560111-fireball-422746_1280.jpg)