Kapolda Metro Sebut Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Bertindak Sendiri: Tak Terhubung Jaringan Teror Tertentu

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta adalah seorang siswa aktif yang bertindak sendiri dan tidak terhubung jaringan teror tertentu.

Diterbitkan 11 November 2025, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pelaku ledakan SMAN 72 adalah siswa aktif, bertindak mandiri.
  • Densus 88 menemukan tujuh peledak, empat di antaranya meledak.
  • Dugaan motif pelaku adalah perundungan atau balas dendam.

Liputan6.com, Jakarta Terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta ternyata merupakan siswa aktif. Dari hasil penyelidikan sementara polisi, terduga pelaku melakukan aksi tersebut secara mandiri. 

"Dan (terduga pelaku) tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan ada sebanyak tujuh peledak yang dibawa terduga pelaku di kasus ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut).

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana membenarkan temuan timnya, bahwa ada sebanyak tujuh peledak berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat, 7 November 2025.

“Benar,” tutur Mayndra saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, sebanyak empat peledak berhasil diledakkan di dua lokasi berbeda dalam lingkungan SMAN 72 Jakarta. Meski begitu, dia belum merinci lebih jauh perihal temuan peledak tersebut.

“TKP 1 (Masjid) dua bom meledak, TKP 2 Taman Baca dan Bank Sampah terdapat dua bom meledak. Tiga yang tidak meledak,” jelas dia.

Muncul Kabar soal Perundungan

Sebelumnya, Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S sempat bercerita adanya dugaan perundungan atau bullying dalam peristiwa ledakan saat salat Jumat di sekolahnya.

"Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam," tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dengan pakaian yang masih berlumuran darah teman-temannya, S bercerita bahwa ledakan terjadi di tengah masjid saat salat Jumat baru akan dimulai. Para siswa pun langsung berhamburan keluar masjid.

"Kronologi sebelum salat Jumat lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan. Dari tengah masjid. Ada ledakan kita kabur, nyelamatin teman-teman, setelah nyelametin teman-teman ada ledakan lagi kedua kali," jelas dia.

Ledakan kedua terdengar di belakang sekolah. Sementara terduga pelaku diketahui merupakan seniornya yakni kelas XII.

"Tadi benar-benar panik banget saya gendongin satu-satu bantu ngobatin korbannya. Untung saya belajar dari online cara ngobatin pasien jadi Alhamdulillah bisa ngobatin sampai dibawa ke Rumah Sakit Islam," ungkapnya.

Percikan Api

S mengaku sempat melihat percikan api. Saat peristiwa, telinganya turut berdengung hingga tidak dapat mendengar apapun.

"Lagi ramai banget, penuh (masjid), tapi di atas lagi tidak ada orang," S menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6