Jejak Juang Tuan Rondahaim Saragih, Pahlawan Nasional Asal Simalungun yang Dijuluki ‘Napoleon dari Tanah Batak’

Tuan Rondahaim Saragih Garingging dikenal sebagai salah satu tokoh besar asal Tanah Simalungun, Sumatera Utara yang lahir pada tahun 1828.

Diterbitkan 11 November 2025, 05:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo anugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih.
  • Tuan Rondahaim gigih menentang Belanda, memimpin perlawanan di Simalungun.
  • Ia berhasil menjaga kedaulatan Simalungun, dijuluki "Napoleon der Bataks".

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Upacara penganugerahan ini digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

Salah satu penerima gelar tersebut adalah Tuan Rondahaim Saragih. Selain Tuan Rondahaim, ada sembilan tokoh lain yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, termasuk Soeharto, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), hingga Marsinah.

Profil dan Jejak Juang Tuan Rondahaim Saragih

Tuan Rondahaim Saragih Garingging dikenal sebagai salah satu tokoh besar asal Tanah Simalungun, Sumatera Utara yang lahir pada tahun 1828. Ia menjabat sebagai Raja Raya ke-14 dari Kerajaan Raya dan bergelar kehormatan “Raja Raya Namabajan,” yang bermakna raja berhati besar dan pemberani. Sebagai pemimpin adat sekaligus raja, Rondahaim dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kemerdekaan serta martabat rakyatnya.

Ia juga dikenal sebagai sosok yang gigih menentang penjajahan Belanda yang mencoba menguasai wilayah Simalungun. Ketika banyak kerajaan di sekitarnya mulai tunduk kepada kekuasaan kolonial, Rondahaim justru memilih untuk bertahan dan berjuang.

Ia memimpin perlawanan melalui strategi diplomasi serta peperangan yang cerdas, hingga dijuluki “Napoleon der Bataks” atau “Napoleon dari Tanah Batak” oleh pihak Belanda karena keberaniannya dalam taktik perang.

Semangat juang dan keberaniannya dalam mempertahankan kedaulatan menjadikannya simbol keteguhan rakyat Simalungun melawan penjajahan. Atas jasanya, Tuan Rondahaim Saragih kini dikenang sebagai pahlawan nasional yang menginspirasi generasi penerus untuk mencintai tanah air dan menegakkan keadilan.

 

Dedikasi Tuan Rondahaim Saragih

Dilansir dari laman web resmi Provinsi Sumatera Utara, Tuan Rondahaim Saragih Garingging, atau dikenal dengan Tuan Rondahaim, merupakan pejuang tangguh dari Kerajaan Raya, Simalungun, Sumatera Utara (dahulu wilayah Pantai Timur Sumatera).

Masa perjuangannya berlangsung antara 1880 hingga 1891, ketika pemerintah kolonial Belanda mulai membuka perkebunan secara sepihak di tanah Simalungun. Penindasan, kekerasan, dan pemerkosaan terhadap rakyat mendorongnya bangkit melakukan perlawanan.

Mengetahui kekuatan pasukan Belanda yang bersenjata modern, Tuan Rondahaim menyiapkan pasukannya secara matang. Ia mendatangkan guru-guru perang dari Tanah Gayo, Alasa, dan Aceh untuk melatih tentaranya. Bahkan, ia menjalin komunikasi dengan para tokoh perjuangan lain seperti Tengku Muhammad dari Aceh dan Singamangaraja XII dari Bakkara, guna membentuk strategi perang bersama melawan penjajah.

 

Bangun Jaringan

Dalam upayanya memperkuat pertahanan, Tuan Rondahaim juga membangun kerja sama dengan Kesultanan Lima Laras di Batubara. Ia memimpin langsung pasukan dari Panei, Siantar, Silou, dan Padang, serta membangun jaringan dengan Kerajaan Padang, Asahan, Batubara, dan Bajalinggei untuk menghadang Belanda yang terus berusaha menundukkan Simalungun.

Pertahanan kokoh yang ia bangun membuat Belanda akhirnya mundur dan gagal menaklukkan kerajaan-kerajaan di wilayah Simalungun. Tuan Rondahaim berhasil menjaga kedaulatan rakyatnya hingga akhir hayat pada tahun 1891, dan dimakamkan di Raya, Simalungun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6