Liputan6.com, Jakarta- Program Satu Cerita Untuk Indonesia (SCUI) dari Jimmy Oentoro Channel merayakan tiga tahun perjalanan gerakan kolaboratif pembangunan bangsa. Perayaan ini digelar dalam bentuk pertemuan nasional bertajuk Satu Cerita Untuk Indonesia 3rd Anniversary Celebration: Acceleration & Networking.
Momentum ini mempertemukan sekitar 200 nation builder lintas sektor untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, dan menyatukan visi tentang masa depan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan.
“Inilah momen di mana cerita tidak berhenti pada inspirasi, tetapi bergerak menjadi kolaborasi. SCUI Association hadir untuk mempertemukan para pembangun bangsa agar bersama-sama mempercepat lahirnya masa depan Indonesia yang kita cita-citakan,” ujar Jimmy Oentoro dalam sambutannya, di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Advertisement
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog dan refleksi tentang bagaimana kolaborasi dan inklusi dapat memperkuat pembangunan bangsa, terutama ketika diperkuat oleh nilai keadilan sosial yang disuarakan para tokoh lintas bidang.
SCUI yang kini telah tumbuh menjadi ekosistem digital dengan jutaan audiens juga meresmikan wadah kolaborasi baru bernama Asosiasi Nation Builders Satu Cerita Untuk Indonesia.
Ekosistem Digital yang Tumbuh dan Menggerakkan Kolaborasi
Perayaan tiga tahun SCUI sekaligus menandai pencapaian ekosistem digital Jimmy Oentoro Channel yang telah meraih Silver Play Button YouTube dengan 8,4 juta views dan 144 ribu subscribers.
Di TikTok, channel ini memiliki 22,4 ribu pengikut, sementara Instagram SCUI terus berfungsi sebagai ruang refleksi publik.
SCUI kini tak hanya menjadi kanal cerita, tetapi wadah pertemuan gagasan antar-pembangun bangsa dari sektor seni, bisnis, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, komunitas, keluarga, hingga digitalisasi.
Melalui Asosiasi Nation Builders, para peserta terdorong memperkuat percepatan agenda bersama menuju Indonesia Emas.
Tokoh-tokoh seperti Helmy Yahya, Deputi Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam, Kepala Pusat Riset dan Inovasi Daerah Bappeda DKI Andhika Ajie, hingga Inayah Wahid memberikan dukungan terhadap gerakan kolaboratif lintas sektor yang dibangun SCUI.
SCUI Awards juga diberikan kepada sosok-sosok inspiratif seperti Robert Ronny, Ratna Kartadjoemena, dan Jasmine Surkatty yang masing-masing berkontribusi lewat film, advokasi lingkungan, dan karya komik populer.
Perayaan ini ditegaskan sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan mempercepat langkah menuju Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan maju.
Dengan semangat Celebrate, Collaborate, Accelerate, gerakan ini menegaskan bahwa perubahan hanya dapat terjadi ketika cerita berubah menjadi aksi, ketika kolaborasi melahirkan kepercayaan, dan ketika keadilan menjadi fondasi pembangunan bangsa.
Advertisement
Inklusi dan Keadilan Sosial
Salah satu suara yang menonjol dalam forum ini datang dari Penggagas Jaringan Gusdurian, Inayah Wahid. Ia menegaskan bahwa inklusi dan kolaborasi tidak akan pernah terwujud tanpa adanya keadilan sosial sebagai fondasi.
“Siapa yang gak pengen dunia yang lebih damai? Bukannya dari tadi kita ngomongin kolaborasi dan segala macam, Pak Jimmy bikin penghargaan untuk ini semua supaya ada banyak tokoh-tokoh yang akan membawa kita menuju kedamaian,” ujarnya.
Inayah menekankan bahwa Gus Dur selalu mengingatkan bahwa kedamaian mustahil tanpa keadilan.
“Padamaian tanpa keadilan adalah ilusi. Kita gak bisa bicara perdamaian tanpa kita bicara keadilan.” jelasnya.
Ia juga menyoroti bagaimana inklusivitas di Indonesia tumbuh, termasuk melalui ruang digital yang memperlakukan semua orang setara.
“Buktinya setelah inklusinya, semua sama rata. Siapapun bisa diroasting, bisa dirujak oleh netizen, gak peduli kalian dari kasta mana, kalian dari kelompok mana. Di mata netizen kita semua sama. Tinggal siapa aja yang kena. Itulah inklusi,” ujarnya.
Di sisi demokrasi, Inayah kembali mengutip pandangan Gus Dur bahwa perbedaan adalah dasar penghormatan antarmanusia.
“Karena perbedaan adalah keniscayaan, kita gak mungkin kolaborasi tanpa perbedaan.” katanya.
Menurutnya, inklusivitas sejati bukan hanya bekerja bersama, tetapi juga percaya bersama.
“Kepercayaan itu hanya bisa didapat dari keadilan.” tegasnya.
Kiprah Sosial Para Nation Builder
SCUI juga memberikan SCUI Awards kepada tokoh-tokoh inspiratif dari delapan pilar pembangunan bangsa. Salah satunya adalah Aditya Prayoga, pendiri Rumah Makan Gratis yang telah membangun gerakan sosial berskala nasional.
Selain menyediakan makanan bagi ribuan warga setiap hari, Aditya tengah membangun masjid, sekolah gratis, hingga hotel gratis.
“Semuanya untuk program bahagia membahagiakan orang,” ujarnya.
Ia menegaskan prinsip hidupnya yang berpijak pada nilai kemanusiaan.
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat. Jadilah manusia yang bermanfaat. Jika kita tidak mampu bikin orang bahagia, maka jangan bikin orang sedih,” jelasnya.
Aditya juga berharap program makan bergizi gratis pemerintah dapat menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah.
“Yang tidak sekolah juga dapat makan. Ya mudah-mudahan.” katanya
Dirinya membuka ruang kolaborasi seluas mungkin.
“Mudah-mudahan, yang pejabat-pejabat tinggi di negara Indonesia, atau menteri sosial, mudah-mudahan bisa mau berkolaborasi,” harapnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508305/original/058280500_1626082223-Oksigen1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406882/original/023439200_1762624166-1000082657.jpg)