Liputan6.com, Jakarta - Malam Anugerah Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2025 menjadi momentum bersejarah dalam dunia kesusastraan Indonesia.
Acara yang digelar di bawah koordinasi Komite Sastra DKJ ini bukan hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga wadah apresiasi, pembinaan, dan kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas jangkauan karya sastra Indonesia tingkat Internasional.
Ketua Ketua Komite Sastra DKJ Fadjriah Nurdiasih menjelaskan, Sayembara Novel DKJ selalu menjadi ajang yang ditunggu para penulis dari seluruh Indonesia.
Advertisement
Dia menyebut, tradisi ini telah dimulai sejak tahun 1974 melalui Sayembara Mengarang Roman, yang kemudian berevolusi menjadi Sayembara Manuskrip Novel pada era 2000-an.
"Sayembara Novel Tahun 2025 ini memang kita rencanakan itu setiap 2 tahun gitu ya, jadi bergantian dengan kritik tahun lalu Komite Sastra mengadakan Sayembara Kritik Sastra, tahun ini novel. Pada mulanya ini adalah Sayembara Mengarang Roman, tahun 1974 kemudian di periode 2000-an baru berubah menjadi namanya Sayembara Manuskrip Novel," ujar Fadjriah dalam Press Conference Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2025, Rabu 5 November 2025.
Menurutnya, semangat utama dari penyelenggaraan sayembara ini adalah untuk menumbuhkan lahirnya karya-karya baru, sekaligus memberikan memberikan kesempatan bagi penulis muda untuk berkembang dan mencapai tahap penting dalam perjalanan kepenulisan mereka.
Dalam kesempatan yang sama, Mimi selaku PIC penyelenggara acara menyampaikan, sayembara kali ini menghadirkan nuansa baru dengan keterlibatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bawah Kementerian Kebudayaan.
Kolaborasi ini nantinya akan membuka peluang lebih bagi para pemenang untuk tidak hanya mendapat penghargaan, melainkan juga pembinaan, coaching, dan pengenalan terhadap industri penerbitan.
"Tahun ini kami dipercayai oleh Kementerian Kebudayaan, ada Manajemen Talenta Nasional, yang percaya bahwa kualitas para pemenang sayembara novel sangat layak untuk terus diapresiasi bahkan ke tingkat internasional, ada program Manajemen Talenta Nasional, Ka Aan Mansur selaku salah satu kuratornya, itu memberikan wadah kepada kami untuk memberikan masukan lagi kepada para pemenang," jelas Mimi.
Perayaan 50 tahun Sayembara Novel DKJ menjadi bentuk penghargaan penting bagi perkembangan sastra Indonesia. Ajang ini tidak hanya menekankan pada mutu karya dan keberagaman tema, tetapi juga menyoroti munculnya generasi penulsi muda yang semakin menonjol.
Â
Warisan dan Pembaruan Semangat Komite Sastra DKJ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575527/original/083747400_1694681992-glasses-1052010_1280.jpg)
Ketua Komite Sastra DKJÂ Fadjriah Nurdiasih menegaskan, keberlanjutan sayembara ini bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap ekosistem sastra Nasional.
"Semangatnya komite sastra untuk terus menyelenggarakan sayembara novel itu adalah bahwa kami ingin mendorong kemudian munculnya novel-novel yang baru atau bahkan bukan baru-baru banget ya mungkin juga sudah memiliki karya tapi mereka bisa terus mencapai tonggak kepengarangan gitu untuk menjadi sastrawan yang karyanya itu lebih monumental," kata Fadjriah.
Dia menjelaskan, sayembara ini menjadi ruang bagi para penulis, baik yang baru maupun yang sudah berpengalaman, untuk dapat menunjukkan kematangan karya dan ide.
Dari sisi Dewan Juri, Oka memaparkan bahwa tahun 2025 mencatat rekor dengan jumlah peserta terbanyak dalam sepanjang sejarah, yaitu lebih dari 1.100 pendaftar, dengan 792 naskah yang masuk ke panitia melalui seleksi administrasi.
Peserta sayembara tahun ini didominasi dengan generasi Z yang berada di urutan pendaftar terbanyak kedua setelah Generasi Milenial sebanyak 359 orang.
"Saya sebagai penulis novel, sangat bangga. Sastra yang tidak bisa menghidupi orang, tidak bisa menghidupi kita, ternyata masih ditulis dan banyak berlimpah. Dan tahun ini adalah lomba naskah dari 1974 sampai 2025 adalah manuskrip terbanyak sepanjang sejarah," tutur Oka.
Â
Advertisement
Ragam Tema yang Diangkat
Ragam tema yang diangkat dalam naskah sangat luas, mulai dari sejarah, kolonialisme, geopolitik, tragedi 1965, kecerdasan buatan, isu lingkungan, hingga kesehatan mental.
Dewan juri juga menilai adanya keberanian para penulis dalam bereksperimen, baik dalam bentuk naratif maupun struktur. Beberapa karya bahkan menantang konvensi novel tradisional dengan bentuk fragmentaris dan eksploratif.
"Ada gaya naratif, tak sedikit naskah yang masih menelusuri isu identitas. Tubuh, cerita anak, dan dunia distopia. Dengan genre konvensional yang bertumpu pada pola narasi, atur, gaya tutur, deskripsi, dan dialog sehari-hari," ucap Oka.
"Kami semakin bergairah ketika ada eksperimen bentuk di dalamnya. Terdapat arus yang berupaya menembus batas-batas bereksperimen dengan administrasi dokumen media. Ada ketegasan eksperimen bentuk, ada struktur fragment, bahkan ada karya yang menantang struktur novel tradisional," papar Oka.
Secara menyeluruh, menurut Oka, Dewan Juri menilai bahwa hal paling menonjol dari penyelngaraan tahun ini adalah munculnya gelkombang oenukis muda yang menunjukkan keberanian besar dalam mengeksplorasi tema dan bentuk penulisan.
Â
Kehadiran Manajemen Talenta Nasional Membuka Akses Menuju Ranah Internasional
Sementara itu, Perwakilan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Aan Mansur menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai upaya sistematis untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta sastra Indonesia.
Melalui tiga program utama, yaitu MTN Lab (pengembangan kapasitas penulis atau penerjemah), MTN Presentasi (fasilitas talenta untuk publikasi dan apresiasi), dan MTN Market (akses industri dan pasar global).
"Sebetulnya program yang kita bayangkan membantu penulis Indonesia untuk mengorganisir semacam trajektori karir mereka. Jadi memfasilitasi kebutuhannya mulai dari level penerbitan, sampai pengembangan, sampai ke taraf teman-teman penulis bisa mendapatkan pengakuan internasional," ucap dia.
"Dengan hadirnya MTN, pemenang Sayembara Novel DKJ 2025 diharapkan dapat mengembangkan karirnya hingga ke tingkat internasional," tutup Aan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1214111/original/043531200_1461575249-Infografis_Nobel_Sastra-REV.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3903024/original/ACg8ocL1E8UBO587Rv9rZCH8YBczEzQcQh93dH9OiY3uyrUY0DH6sg%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404599/original/050625800_1762411263-DKJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)