Cukup Tunjukkan KTP, Warga Jember Kini Bisa Berobat Gratis Lewat Program UHC Prioritas

Program inovatif ini resmi diluncurkan pada 1 April 2025, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi “Jember Sehat dan Berdaya” yang diusung oleh Gus Fawait.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 08:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jember meluncurkan UHC Prioritas, layanan kesehatan gratis hanya dengan KTP.
  • Program ini diluncurkan 1 April 2025, mencakup 98,37% warga Jember.
  • Anggaran Rp 366,8 M dialokasikan, melibatkan tokoh masyarakat untuk sosialisasi.

Liputan6.com, Jember Kabupaten Jember menorehkan sejarah baru dalam pelayanan publik di bawah kepemimpinan Bupati muda Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, seluruh warga kini bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP tanpa biaya tambahan.

Program inovatif ini resmi diluncurkan pada 1 April 2025, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi “Jember Sehat dan Berdaya” yang diusung oleh Gus Fawait. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga, dan negara memiliki tanggung jawab untuk memenuhinya.

“Mulai 1 April 2025, semua warga Jember berhak berobat gratis di puskesmas maupun rumah sakit. Cukup dengan KTP, tanpa biaya tambahan. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan kami kepada rakyat,” tegas Bupati Fawait.

Jember Terdaftar sebagai UHC Prioritas

Komitmen kuat Pemkab Jember terlihat dari hasil yang impresif. Hingga Juli 2025, tercatat 2.573.123 warga atau 98,37 persen dari total penduduk Jember telah terdaftar sebagai peserta UHC Prioritas. Angka ini menjadikan Jember sebagai salah satu daerah dengan cakupan UHC tertinggi di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Jember juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 366,8 miliar pada tahun 2025 untuk memastikan program ini berjalan optimal dan berkelanjutan. Dana tersebut digunakan untuk pendaftaran peserta baru serta pembayaran premi kepada BPJS Kesehatan.

Keunggulan lain dari UHC Prioritas adalah jangkauannya yang luas. Program ini tidak hanya berlaku di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah, tetapi juga mencakup fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dengan kebijakan ini, masyarakat bisa berobat di fasilitas kesehatan terdekat tanpa memikirkan biaya. “Kami ingin masyarakat merasa aman, tahu bahwa kapan pun mereka butuh pelayanan kesehatan, negara hadir untuk mereka,” ujar Gus Fawait.

Dalam implementasinya, Pemkab Jember juga melibatkan tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) untuk membantu menyosialisasikan program hingga ke pelosok desa. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman warga tentang manfaat UHC.

“Program sebesar ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu kami gandeng semua pihak — dari kepala desa, tokoh agama, hingga kader kesehatan, agar tidak ada warga yang tertinggal,” jelas Fawait.

Sebagai bupati muda, Gus Fawait menunjukkan gaya kepemimpinan yang visioner, cepat, dan berorientasi hasil nyata. UHC Prioritas bukan hanya program kesehatan, melainkan simbol bahwa pemerintah hadir secara konkret dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Bagi kami, kesehatan bukan hanya soal berobat gratis, tapi juga tentang rasa aman dan kesejahteraan. Ketika rakyat sehat, ekonomi pun bergerak, dan masa depan Jember akan semakin maju,” pungkas Gus Fawait.

Dengan capaian luar biasa ini, UHC Prioritas menegaskan posisi Jember sebagai salah satu daerah yang serius membangun kesejahteraan warganya melalui sektor paling mendasar: kesehatan. Program ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak hanya berhenti di wacana, melainkan bisa diwujudkan lewat komitmen dan kerja nyata.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6