Tak Perlu ke Puskesmas, Program Homecare Jember Hadirkan Dokter hingga Telemedicine ke Rumah

Program Homecare Jember siap melayani warga rentan langsung dari rumah dengan pemeriksaan medis, bantuan logistik, dan telemedicine spesialistik.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersiap meluncurkan program pelayanan kesehatan Homecare pada 24 Juli 2026. Program yang akan diresmikan bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia itu menjadi salah satu inovasi untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu.

Meski peluncuran resminya baru digelar pekan depan, layanan Homecare sudah mulai dijalankan secara bertahap. Sejumlah tenaga kesehatan telah diterjunkan untuk mendatangi rumah warga yang membutuhkan layanan medis.

Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi masyarakat ketika harus menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan, mulai dari biaya transportasi hingga pengeluaran tidak terduga selama menjalani perawatan.

Menurutnya, Homecare menerapkan sistem jemput bola dengan menghadirkan tenaga kesehatan langsung ke rumah pasien.

"Melalui program ini, masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas dan finansial akan mendapatkan pelayanan medis komprehensif tanpa harus keluar rumah," jelas bupati.

Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, penderita penyakit kronis atau berkepanjangan, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga anak-anak yang mengalami stunting di Kabupaten Jember.

Selain pemeriksaan kesehatan langsung di rumah, layanan ini juga mencakup bantuan logistik serta fasilitas telemedicine yang menghubungkan pasien dengan tenaga medis secara jarak jauh.

"Layanan telemedicine spesialistik ini artinya Pemkab Jember menyediakan fasilitas konsultasi jarak jauh yang menghubungkan pasien langsung dari rumah dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga sub-spesialis," paparnya.Gus Fawait menilai program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan akibat tingginya biaya pengobatan.

"Ini adalah bentuk perjuangan nyata untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. Kami bertekad agar tidak ada lagi warga Jember yang tidak bisa berobat karena faktor biaya, atau warga yang awalnya mampu menjadi miskin akibat biaya pengobatan penyakit yang berkepanjangan," ungkapnya.Pemkab Jember berharap Homecare dapat menjadi terobosan pelayanan kesehatan terintegrasi yang menjangkau langsung rumah warga sekaligus menjadi program pionir di tingkat nasional yang diinisiasi dari Kabupaten Jember.

Warga Mulai Rasakan Manfaat Homecare

Sebelum resmi diluncurkan, manfaat program Homecare sudah dirasakan sejumlah warga. Salah satunya Nidhi (75), warga Dusun Gempal, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan langsung di rumah dari tenaga kesehatan Puskesmas Pakusari.

Alma, anak Nidhi, mengaku terbantu dengan layanan tersebut karena ibunya mengalami trauma untuk berobat ke fasilitas kesehatan sejak menjalani operasi usus buntu beberapa tahun lalu.

"Soalnya, ibuk saya ini trauma mau periksa ke puskesmas atau rumah sakit," ungkapnya.Menurut Alma, setelah operasi tersebut ibunya enggan memeriksakan kondisi kesehatannya karena masih merasa takut.

"Setelah kejadian itu, ibuk saya enggan ke dokter. Dia takut," lanjutnya. Namun, dengan adanya dokter yang mau ke rumahnya, itu menciptakan harapan baru bagi kesehatan Nidhi. Pihaknya berharap, program ini dapat dirasakan oleh warga lain yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pakusari, dr. Dian Alfiyatul Uliyah, menegaskan bahwa program Homecare bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah jembatan untuk memangkas hambatan geografis dan sosial dalam pelayanan kesehatan dasar.

Dengan mendatangi langsung pasien, terutama kelompok rentan, lansia, dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas, Puskesmas Pakusari berupaya memastikan tidak ada satu pun warga di wilayah kerjanya yang luput dari akses layanan medis berkualitas.

"Melalui integrasi pemantauan pasca-operasi dan penemuan kasus baru di lapangan, layanan Homecare diharapkan dapat terus menekan angka komplikasi penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jember secara menyeluruh," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6