Di Balik Sister City Jember-Jinhua, Akademisi Unibraw: Kepemimpinan Gus Fawait Jadi Kunci Kerja Sama Global

Kerja sama Jember-Jinhua menjadi contoh bagaimana kepemimpinan daerah berperan dalam memperkuat kolaborasi global dan investasi.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 17:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pertemuan delegasi China menunjukkan Jember menarik perhatian internasional.
  • Jember memiliki potensi besar di berbagai sektor, bukan hanya tembakau.
  • Kepemimpinan Bupati Fawait yang percaya diri menarik mitra global.

Liputan6.com, Jember - Pertemuan Bupati Jember Muhammad Fawait dengan delegasi Republik Rakyat China di Pendapa Wahyawibawagraha pada Selasa malam, 2 Juni 2026, dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Jember mulai mendapat perhatian di tingkat internasional.

Akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Irfan Kharisma Putra, mengatakan banyak daerah di Indonesia memiliki potensi besar. Namun, tidak semua mampu menarik perhatian dunia hingga membuat pihak luar datang dan melihat langsung peluang yang dimiliki.

Kehadiran delegasi China menunjukkan bahwa Jember mulai diperhitungkan.

"Jember bukan lagi daerah pinggiran yang hanya dikenal sebagai kota tembakau atau kota pendidikan," ujarnya.

Diplomasi Gus Fawait Mampu Tampilkan Jember sebagai Mitra Strategis

Menurut Irfan, Jember kini dipandang memiliki peluang besar di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertanian modern, industri kreatif, pariwisata, hingga kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.

Ia menilai Bupati Fawait berhasil mempresentasikan berbagai potensi tersebut secara baik dan meyakinkan, mulai dari penyambutan hingga penyampaian pidato di hadapan delegasi China.

"Tidak ada gestur yang menunjukkan inferioritas. Tidak ada bahasa tubuh yang menunjukkan ketergantungan," kata Irfan.

Irfan melihat Gus Fawait cukup percaya diri untuk memahami bahwa hubungan internasional harus dibangun di atas prinsip kesetaraan.

"Jabat tangannya tegas. Tatapannya penuh keyakinan. Posisi tubuhnya. Dalam perspektif komunikasi bilateral modern, simbol-simbol nonverbal tersebut memiliki makna yang sangat kuat," katanya.

Jember Hadir Sebagai Mitra, Bukan Pihak yang Meminta

Menurut Irfan, dengan gesture tubuh itu, Gus Fawait hendak mengatakan bahwa Jember hadir bukan sebagai pihak yang meminta-minta, namun sebagai mitra.

"Jember hadir sebagai daerah yang memiliki nilai dan siap tumbuh bersama," katanya.

Kepemimpinan Responsif Gus Fawait Dinilai Ubah Cara Dunia Memandang Jember

Lebih lanjut Irfan mengatakan kerja sama internasional tak hanya melihat angka statistik keunggulan komparatif. Lebih dari itu, diperlukan komunikasi yang dibangun atas dasar saling menghormati, saling menguntungkan, dan saling percaya.

"Karena pada akhirnya, investor maupun mitra internasional melihat kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, dan semua itu hadir dalam diri Gus Fawait," kata Irfan.

Terakhir, Irfan menyebut Gus Fawait membawa energi baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.

"Gaya kepemimpinan yang cepat, responsif, berani mengambil risiko, dan berorientasi pada hasil mulai mengubah cara dunia memandang Jember," kata Irfan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6