Sama-sama Lahir di Oktober, Prabowo Ajak Presiden Brasil Lula Rayakan Ulang Tahun Bersama di Jakarta

Prabowo mengatakan, dirinya dan Presiden Lula memiliki tanggal lahir yang berdekatan. Prabowo berulang tahun pada 17 Oktober, sementara Presiden Lula berulang tahun 27 Oktober.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo mengajak Presiden Lula merayakan ulang tahun bersama lebih awal di Istana.
  • Keduanya memiliki tanggal lahir berdekatan di bulan Oktober dan berzodiak Libra.
  • Indonesia dan Brasil bertekad perkuat kerja sama strategis di berbagai bidang.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajak Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva untuk merayakan ulang tahun bersama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025) malam. Momen ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Lula ke Indonesia.

Prabowo mengatakan, dirinya dan Presiden Lula memiliki tanggal lahir yang berdekatan. Prabowo berulang tahun pada 17 Oktober, sementara Presiden Lula berulang tahun 27 Oktober. Keduanya pun diketahui sama-sama berzodiak Libra, yang dikenal memiliki karakter seimbang dan berjiwa pemimpin.

"Kita juga sama-sama lahir bulan Oktober. Jadi saya ulang tahun tanggal 17 Oktober, beliau tanggal 27 Oktober, kalau tidak salah. Jadi beliau 27 (Oktober), saya 17 (Oktober),” kata Prabowo saat pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Karena Presiden Lula akan meninggalkan Indonesia sebelum tanggal 27 Oktober, Prabowo mengusulkan untuk merayakan ulang tahun bersama lebih awal, pada Kamis malam.

"Kita sepakat ketemu di tengah-tengah, 23 malam. Jadi sebenarnya kita akan merayakan ulang tahun kita bersama nanti malam. Kalau diizinkan oleh Ibu Negara Brasil, kalau beliau izinkan, kita rayakan nanti malam,” ujarnya sambil tersenyum.

 

 

Hubungan Hangat Indonesia–Brasil

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut dirinya dan Lula memiliki banyak kesamaan, termasuk angka 8 yang disebutnya sebagai angka keberuntungan. Ia menilai kesamaan-kesamaan ini menjadi simbol eratnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Brasil.

“Jadi ternyata banyak persamaan. Mungkin kita ditakdirkan untuk sekarang bekerja sama, sama-sama membela dan memajukan rakyat kita,” ucap Prabowo.

Sementara itu, Presiden Lula menyampaikan rasa senangnya bisa kembali berkunjung ke Indonesia setelah 17 tahun. Ia terakhir kali datang pada 2008, ketika masih menjabat pada periode pertamanya sebagai Presiden Brasil.

“Bapak Presiden, saya ingin menyampaikan dengan penuh sukacita bahwa saya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun,” ujar Lula.

 

 

Perkuat Kerja Sama Strategis

Presiden Lula menilai, kemitraan strategis antara Indonesia dan Brasil berkembang positif sejak 2008, namun masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Ia menyoroti kekayaan alam serta posisi kedua negara sebagai ekonomi berkembang utama di belahan selatan dunia.

“Bersama-sama, kita mewakili hampir 500 juta orang — 280 juta di Indonesia, 210 juta di Brasil. Kita memiliki ekonomi berkembang yang kuat,” kata Lula.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Saya berharap selama kunjungan ke Indonesia ini, kita dapat menjamin keuntungan politik, ekonomi, sosial, ilmiah, dan ekonomi bagi rakyat kedua negara,” ujar Presiden Lula.

Lula menambahkan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

“Saya sangat senang berada di sini dengan harapan tinggi agar kita dapat menjalin hubungan yang lebih bermanfaat dan produktif, serta membawa lebih banyak manfaat bagi rakyat kita,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6