Prabowo Beri Pesan ke Kepala BGN, Minta Anak Penerima MBG Dapat Sendok: Tidak Terlalu Mahal

Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) membagikan alat makan seperti sendok kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya anak-anak sekolah.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo meminta BGN sediakan sendok untuk penerima Makan Bergizi Gratis.
  • Pentingnya cuci tangan bersih bagi anak-anak sebelum makan MBG ditekankan.
  • Program MBG menjangkau 36,7 juta penerima dengan keberhasilan 99,99%.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menyediakan alat makan sendok untuk penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya anak-anak sekolah.

Dia menilai harga sendok tak terbilang mahal sehingga BGN dapat mengalokasikan anggaran untuk membelinya.

"Mungkin kita harus sekarang, Kepala BGN, mungkin sudahlah dibagi saja sendok yang sederhana, tidak apa-apa. Saya kira sendok itu tidak terlalu mahal," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dia menyadari bahwa masyarakat Indonesia terbiasa dan lebih suka makan dengan tangan dibandingkan menggunakan sendok. Untuk itu, Prabowo mengatakan para guru harus mendidik dan mengajarkan anak-anak mencuci tangan dengan bersih sebelum menyantap MBG.

"Tetapi kita juga harus yakinkan para guru-guru dan semua yang terlibat untuk mendidik anak-anak kita untuk kalau mau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Prabowo mengingatkan BGN menyediakan air bersih dan sabun untuk anak-anak mencuci tangan. Menurut dia, para guru dan orang tua harus lebih sering mengingatkan anak-anaknya mencuci tangan bersih sebelum makan.

"Berarti di tiap sekolah harus tersedia air yang bersih juga dengan sabun. Tapi sebaiknya kita mulai didik anak-anak kita karena namanya anak-anak, mungkin dia merasa sudah dicuci atau dia apa dan sebagainya ya," tuturnya.

"Tapi ini kadang-kadang ya ini kita sebagai pemimpin, sebagai guru, sebagai orang tua tidak boleh malas untuk mengingatkan," sambung Prabowo.

 

MBG Sudah Menjangkau 46,7 Juta Penerima

Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa saat ini program MBG sudah menjangkau 36,7 juta penerima manfaat yang terdiri dari, anak-anak, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Total ada 1,4 miliar porsi MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat sejak 6 Januari 2025.

"Hari ini ada 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang sudah menerima makan bergizi gratis ini, sebanyak 36,7 juta. Ini mungkin setiap hari kita beri makan sebanyak 6—7 Singapura, mungkin," jelasnya.

Prabowo tak memungkiri program MBG memiliki kekurangan salah satunya, ditemukannya kasus keracunan makanan hingga sakit perut. Namun, Prabowo menilai kasus keracunan tersebut masih dalam tahap error yang manusiawi.

"Kalau tidak salah, kekurangannya adalah atau katakanlah angka yang sakit itu adalah mungkin sekitar 0,0007% yang berarti 99,99% berhasil," ucap Prabowo.

Dia telah memerintahkan Kepala BGN untuk memperketat prosedur distribusi MBG, termasuk alat-alat yang digunakan. Hal ini agar tak terjadi kasus keracunan maupun masalah lainnya.

"Saya tekankan Kepala BGN dan jajarannya untuk menghasilkan suatu prosedur tetap yang tepat dan ketat menggunakan alat-alat yang terbaik untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan agar tidak terjadi," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6