Menaker Yassierli: Program TKM Jadi Solusi Nyata Permasalahan Ketenagakerjaan

Menaker Yassierli menegaskan Program TKM sebagai solusi strategis untuk tantangan ketenagakerjaan, membangun ekosistem inklusif dan produktif, mendukung kelompok rentan, serta memperkuat ekonomi lokal dan lapangan kerja.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menaker Yassierli dorong TKM sebagai solusi strategis atasi masalah ketenagakerjaan.
  • Kolaborasi Kemnaker, Kemenimipas, BNN bangun ekosistem ketenagakerjaan inklusif.
  • TKM dukung kelompok rentan, tingkatkan ekonomi lokal, dan ciptakan lapangan kerja.

Liputan6.com, Bandung Barat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menggerakkan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Ia meyakini, TKM merupakan salah satu solusi strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Pembekalan TKM Lanjutan Angkatan IV sekaligus menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Acara berlangsung di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Kemnaker, Bandung Barat, pada Sabtu (11/10/2025).

“TKM adalah solusi bangsa karena para pesertanya memiliki semangat wirausaha. Saya mengapresiasi para penerima TKM yang telah berhasil membuka usaha bengkel, menjahit, maupun usaha roti dan kue,” ujar Yassierli.

Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif

Menaker Yassierli menilai penandatanganan kerja sama antar lembaga ini memiliki nilai strategis. Melalui kolaborasi tersebut, Kemnaker berupaya memastikan agar setiap program TKM menjadi bagian dari ekosistem besar yang mengintegrasikan pelatihan teknis, pendampingan usaha, akses pasar, hingga dukungan pembiayaan.

“Saya mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas lokal, hingga peserta TKM untuk terus memperkuat kolaborasi ini,” ujarnya.

Yassierli menegaskan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkeadilan.

Dukungan bagi Kelompok Rentan dan Rehabilitasi Sosial

Menaker juga menyoroti pentingnya memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap dunia kerja. Hal ini mencakup Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan klien rehabilitasi narkotika yang membutuhkan pendampingan khusus untuk kembali berdaya secara ekonomi.

“Kemnaker siap memfasilitasi mereka yang membutuhkan bimbingan, pelatihan, dan akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja maupun kewirausahaan,” jelasnya.

TKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Sementara itu, Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Darmawansyah, menuturkan bahwa pelaksanaan pembekalan lanjutan bagi peserta TKM tidak hanya berdampak pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

“Program ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan daya saing usaha, serta penciptaan lapangan kerja baru yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6