Prabowo Percaya Diri Jelang Satu Tahun Pemerintahan: Kita Sudah Buktikan yang Dijanjikan ke Rakyat

Prabowo menyebut pemerintahannya telah membuktikkan kepada seluruh bangsa dan dunia bahwa hal-hal yang dijanjikan kepada rakyat sudah terealisasi.

Diterbitkan 18 Oktober 2025, 15:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya berani berdiri dengan percaya diri, menjelang satu tahun pemerintahannya dan Wapres Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2025. Hal ini disampaikan Prabowo saat orasi di Dies Natalis Universitas Kebangsaan RI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

"Saya kira seluruh bangsa melihat hari ini hampir satu tahun saya memimpin pemerintahan Republik Indonesia setelah saya menerima mandat dari rakyat Indonesia tanggal 20 Oktober 2024. Berarti kurang 2 hari ya besok tanggal berapa itu 20 hari Senin ini hari Senin saya sudah 1 tahun memimpin," ujar Prabowo

Prabowo menyebut pemerintahannya telah membuktikkan kepada seluruh bangsa dan dunia bahwa hal-hal yang dijanjikan kepada rakyat sudah terealisasi.

"Saya kira saudara-saudara saya bisa katakan, saya berani berdiri di hadapan seluruh rakyat Indonesia dengan percaya diri," tutur dia.

"Karena kita telah buktikan kepada seluruh bangsa dan seluruh dunia bahwa kita dapat menghasilkan apa yang kita janjikan kepada rakyat," sambungnya.

Prabowo menyampaikan tiga kunci kepemimpinan yang baik dan mampu mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat. Pertama, menggunakan akal sehat, kedua bertindak atas perhitungan yang teliti, dan ketiga perhitungan teliti harus didasarkan atas kebenaran.

"Kalau ini ditaati tinggal yang terakhir adalah kepribadian akhlak pemimpin tadi. Pemimpin dengan akal sehat, melakukan perhitungan yang cermat dan teliti," ujar Prabowo.

"Ketiga perhitungan di atas dasar kebenaran dan ketiga kepribadian yang jujur kepribadian yang tidak korupsi," imbuhnya.

Prabowo Hadiri Wisuda UKRI di Bandung

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Wisuda Sarjana di Kampus UKRI, Bandung, Jawa Barat, hari ini Sabtu (18/10/2025). Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyinggung salah satu program unggalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia menyampaikan keberhasilan program itu. Bahkan jika dibandingkan dengan negara beberapa lain yang lebih dulu memberlakukan.

Mulanya, Prabowo merinci jumlah penerima manfaat program MBG sudah mencapai 36,2 juta dalam kurun waktu satu tahun dan pembagian diberikan setiap hari. Sementara Brazil yang lebih dulu menerapkannya dari Indonesia, butuh waktu 11 tahun untuk mencapai penerima manfaat dengan jumlah lebih kurang mendekati angka tersebut.

"Kita dianggap contoh, selain Brazil, India, Indonesia, yang paling cepat, 36 juta penerima manfaat dalam waktu satu tahun, Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat," kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo Sentil Pihak yang Cibir MBG

Melihat capaian itu, Prabowo heran dengan pihak-pihak mencibir program ini. Dia mengakui dalam pelaksanaannya, program ini memang belum sempurna. Salah satunya, banyaknya kasus keracunan MBG akhir-akhir ini yang jumlahnya mencapai lebih kurang 8.000 orang. Tetapi melihat sebaran porsi yang dibagikan mencapai 1,4 miliar. Menurutnya tidaklah tepat jika kejadian itu kemudian menjadi alasan program ini disetop.

"Ada beberapa orang yang menganggap dirinya paling pinter di Indonesia, selalu nyinyir, selalu mengejek program ini dan selalu angkat-angkat kesulitan atau kesalahan. Memang program ini tidak sempurna, dalam pelaksanaan sampai sekarang, ada beberapa ribu anak yang sakit perut, keracunan makan, tapi yang dibesarkan adalah keracunan, seolah-olah program ini harus dihentikan," ujarnya.

Jika dihitung secara statistik, lanjut Prabowo, permasalahan dari program MBG ini persentasenya 0,0007 atau 0,0008. Meski sangat kecil, Prabowo berjanji ke depan diharapkan program ini benar-benar zero kasus termasuk keracunan.

"Artinya program ini 99,99 persen berhasil, jadi di mana ada usaha manusia, yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal. Tapi kita tak mau satupun ada anak sakit karena makan kurang bagus, kurang bersih," kata Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meminta belasan ribu SPPG yang terbentuk terus memperbaiki kualitas dapur mereka. Termasuk meminta bantuan guru untuk tak bosan mengingatkan anaknya cuci tangan sebelum makan, atau makan menggunakan sendok.

"Jadi prestasi ini harus kita akui. Terima kasih kepala BGN, Prof Dadan Hindayana," kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6