Komisi I DPR Nilai Seragam Baru TNI: Warnanya Cocok untuk Misi-Misi PBB

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengaku tidak masalah dengan perubahan Pakaian Dinas Lengkap (PDL) TNI yang baru. Dia menilai, seragam baru TNI berdasarkan hasil riset dan bertujuan untuk keperluan kamuflase di medan tempur.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 12:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Perubahan PDL TNI berdasarkan riset kamuflase untuk medan tempur.
  • Pengadaan seragam baru tidak menambah anggaran rutin TNI.
  • Seragam baru cocok untuk misi PBB dan lebih tersamar di vegetasi.

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengaku tidak masalah dengan perubahan Pakaian Dinas Lengkap (PDL) TNI yang baru. Dia menilai, seragam baru TNI berdasarkan hasil riset dan bertujuan untuk keperluan kamuflase di medan tempur.

"No. Bukan soal suka dan tidak itu sesuai dengan hasil riset TNI mana yang paling cocok dari sisi kamuflase. Karena baju yang kemarin sejak saya bertugaspun sudah pake loreng itu," kata TB Hasanuddin pada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, pengadaan seragam baru tidak akan menambah anggaran TNI sebab anggaran sama tiap tahunnya.

"Menurut saya tidak ada masalah. Kan setiap tahun prajurit TNI dapat baju loreng itu dua setel setahun. Ya udah tinggal ganti warna. Harganya sama kan enggak berubah," kata dia.

Anggaran Baru Tak Dibahas di Komisi I DPR

Menurut Hasanuddin, anggaran penambahan seragam baru TNI tidak pernah dibahas secara detail di rapat Komisi I DPR RI.

"Nah soal pengadaan itu gelondongan saja. Sesuai dengan keputusan MK, DPR itu tidak berbicara satuan dua, satuan tiga, satuan satu saja anggarannya saja. Gelondongan," kata dia.

Selain itu, TB Hasanuddin menyebut seragam baru TNI juga cocok digunakan untuk misi operasi PBB atau misi internasional.

"Mungkin yang sekarang ini bisa dipakai untuk kepentingan misalnya operasi ke misi PBB. Di misi PBB baju kita yang lama terlalu hijau. Sekarang mungkin warnanya cocok bisa di dalam negeri maupun di misi misi PBB," pungkasnya.

 

Seragam Baru TNI

Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjelaskan, penggantian seragam PDL baru TNI dilakukan karena jenis loreng yang sudah sangat lama, yakni Loreng Malvinas dari tahun 1982. 

"Dari segi vegetasinya juga, dengan loreng dan warna yang baru ini kalau kami masuk ke hutan dan sebagainya, ini lebih tersamar," ucap Tandyo, Kamis (2/10/2025).

Adapun seragam baru tersebut memiliki loreng yang lebih kecil dengan warna hijau yang lebih muda dibanding PDL lama. Tandyo membeberkan nantinya semua matra TNI akan menggunakan seragam tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6