Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 5 Oktober, masyarakat Indonesia dan dunia diajak untuk merayakan berbagai momentum penting. Di Indonesia, 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI).
Peringatan HUT TNI menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak pembentukannya.
Sementara itu, dikancah Internasional tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Guru Sedunia atau World Teachers Day.
Advertisement
Hari Guru Sedunia menjadi bentuk penghargaan atas peran vital guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter generasi muda, dan menjadi pilar utama dalam Pendidikan berkualitas di seluruh dunia.
Hari Guru Sedunia diselenggarakan bersama dalam kemitraan dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), UNICEF dan Education International (EI).
Dilansir dari laman resmi UNESCO, peringatan ini ditetapkan berdasarkan rekomendasi ILO/UNESCO pada 1966 tentang status guru yang menetapkan tolok ukur mengenai hak dan tanggung jawab guru, dan standar untuk persiapan awal dan pendidikan lebih lanjut, rekrutmen, pekerjaan, dan kondisi belajar-mengajar.
Selain itu, 5 Oktober juga diperingati sebagai Hari Meningitis Sedunia atau World Meningitis Day yang merupakan peringatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia tentang bahaya meningitis.
Tujuan Hari Meningitis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang meningitis, penyakit yang berpotensi mematikan yang dapat membunuh dalam hitungan jam atau menyebabkan kecacatan seumur hidup.
Peristiwa global ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan pentingnya kesadaran, pencegahan, dan dukungan bagi mereka yang terdampak penyakit yang mengancam jiwa ini.
Berikut sederet peringatan yang dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 Oktober dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370106/original/055677400_1759489347-gla5.jpg)
TNI berperan penting dalam menjaga kedaulatan, pertahanan, serta keamanan negara. Peringatan ini juga menjadi momen penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan para prajurit dalam mengabdi kepada bangsa.
Sejak tahun 1945, tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) setiap tahunnya dan tahun ini TNI genap berusia 80 tahun.
Mengutip langsung dari laman resmi Tentara Nasional Indonesia, TNI lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata.
TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).
Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.
Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional.
Sebagai kekuatan yang baru lahir, disamping TNI menata dirinya, pada waktu yang bersamaan harus pula menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Dari dalam negeri, TNI menghadapi rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer.
Pada 2025 ini merupakan HUT ke-80 TNI. Tema yang diusung untuk HUT TNI ke-80 adalah "TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju", yang menggambarkan komitmen TNI untuk terus profesional, responsif, dan adaptif, serta selalu dekat dengan rakyat.
Berbagai rangkaian acara telah disiapkan, termasuk pameran alutsista dan simulasi tempur, yang bertujuan untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan TNI.
Puncak perayaan akan dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dengan persiapan yang telah mencapai 80 persen. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan prajurit, tetapi juga masyarakat, sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi fondasi pertahanan negara.
Advertisement
2. Hari Guru Sedunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/937364/original/035696900_1437967494-20150727-Hari-Pertama-Masuk-Sekolah-Jakarta3.jpg)
Hari Guru Sedunia atau World Teachers Day juga jatuh diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi dunia Pendidikan di seluruh dunia.
Hari Guru Sedunia diselenggarakan bersama dalam kemitraan dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), UNICEF dan Education International (EI).
Dilansir dari laman resmi UNESCO, peringatan ini ditetapkan berdasarkan rekomendasi ILO/UNESCO pada 1966 tentang status guru yang menetapkan tolok ukur mengenai hak dan tanggung jawab guru, dan standar untuk persiapan awal dan pendidikan lebih lanjut, rekrutmen, pekerjaan, dan kondisi belajar-mengajar.
Rekomendasi tentang Status Tenaga Pengajar Pendidikan Tinggi diadopsi pada tahun 1997 untuk melengkapi Rekomendasi 1966 dengan mencakup tenaga pengajar di pendidikan tinggi. Hari Guru Sedunia telah diperingati sejak tahun 1994.
Hari Guru Sedunia pertama kali dirayakan pada tanggal 5 Oktober 1994, untuk memperingati 30 tahun konferensi tahun 1966.
Sejak itu, acara ini menjadi acara tahunan, yang diakui secara global sebagai kesempatan untuk mengakui dan menghormati kontribusi luar biasa para guru kepada masyarakat.
Peringatan ini adalah hari untuk merayakan bagaimana guru mengubah pendidikan tetapi juga untuk merefleksikan dukungan yang mereka butuhkan untuk sepenuhnya menyebarkan bakat dan panggilan mereka, dan untuk memikirkan kembali jalan kedepan untuk profesi tersebut secara global.
Tahun ini, peringatan yang jatuh setiap 5 Oktober ini mengusung tema “Recasting Teaching as a Collaborative Profession” atau “Merekonstruksi Mengajar sebagai Profesi Kolaboratif.”
Tema tersebut menyoroti pentingnya membangun lingkungan kerja yang kolaboratif bagi para guru, yang selama ini kerap bekerja dalam kondisi terbatas, terisolasi, dan minim dukungan profesional berkelanjutan.
UNESCO menegaskan bahwa tanpa dukungan sistemik, kondisi ini dapat berdampak pada kualitas pembelajaran dan keberlangsungan profesi guru.
3. Hari Meningitis Sedunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5079607/original/087479600_1736152678-1735888244021_ciri-ciri-meningitis.jpg)
Hari Meningitis Sedunia atau World Meningitis Day juga jatuh pada tanggal 5 Oktober. Hari Meningitis Sedunia digagas pada tahun 2009 oleh komunitas penderita meningitis.
Hari Meningitis Sedunia adalah acara perawatan kesehatan global yang dirayakan pada tanggal 5 Oktober setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak global dan lokal dari meningitis, penyakit yang secara tragis dapat merenggut nyawa dalam waktu kurang dari 24 jam atau menyebabkan kerusakan seumur hidup.
Sebelumnya, hari ini diperingati pada tanggal 24 April 2022, namun kemudian diundur pada 5 Oktober. Setiap tahun pada hari ini, berbagai organisasi internasional dan nasional bersatu padu untuk menyelenggarakan seminar, lokakarya, kampanye sosial, dan berbagai program kesadaran lainnya guna meningkatkan kesadaran, mencegah, mendeteksi, mendukung, dan memberantas meningitis, serta mendorong kesehatan global melalui pengetahuan dan tindakan.
Lebih lanjut, mengutip dari laman WHO, Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang meningitis—penyakit yang berpotensi mematikan dan dapat membunuh dalam hitungan jam atau menyebabkan kecacatan seumur hidup. Acara global ini menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya kesadaran, pencegahan, dan dukungan bagi mereka yang terdampak penyakit yang mengancam jiwa ini.
Setiap tahun sejak 2009, komunitas global penderita meningitis bersatu untuk memperingati Hari Meningitis Sedunia. Resolusi pertama tentang pencegahan dan pengendalian meningitis diadopsi pada Majelis Kesehatan Dunia ke-73 pada November 2020.
Dengan " Defeating Meningitis by 2030: a Global Road Map" WHO memimpin upaya untuk memberantas epidemi meningitis bakteri, mengurangi kasus, kematian, dan kecacatan, serta meningkatkan kualitas hidup pasca meningitis.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854362/original/014465400_1717597016-Polri_1.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370102/original/016132800_1759489345-gla1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4180229/original/022708600_1664870339-038986300_1511772918-iStock_teacher.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)