Harga Menu MBG Dipatok Hanya Rp 6.500 Per Porsi, Dapur SPPG di Makassar Ditutup

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panakkukang 02 di Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa menghentikan operasionalnya. Hal itu terjadi karena harga makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dipatok Rp 6.500 per porsi.

OlehFauzan
Diterbitkan 30 September 2025, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dapur SPPG Panakkukang 02 di Makassar berhenti beroperasi.
  • Harga makanan program Makan Bergizi Gratis hanya Rp 6.500 per porsi.
  • 50 pekerja kehilangan pekerjaan dan ribuan siswa tidak menerima MBG.

Liputan6.com, Jakarta - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panakkukang 02 di Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa menghentikan operasionalnya. Hal itu terjadi karena harga makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dipatok Rp 6.500 per porsi.

"Saya juga tidak mengerti kenapa harus Rp 6.500. Padahal jelas petunjuk Presiden lebih besar dari itu," kata Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Arifin Gassing, Senin (29/9/2025).

Penutupan dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Tangan Fatima Bekerja juga dibenarkan oleh salah seorang tenaga kerja, Sri Bulan. Ia menyebut dapur tempatnya bekerja sudah ditutup sejak sepekan terakhir.

"Iya pak, sudah satu minggu ini ditutup," ujar Sri Bulan kepada wartawan.

Harga Tak Sesuai Aturan

Lebih lanjut, Sri mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab penutupan tersebut. Namun, dari informasi yang ia dengar, dapur dihentikan karena pagu per porsi yang ditetapkan tidak sesuai aturan.

"Saya juga kurang tahu pasti, tapi infonya karena pagu makanan per porsinya tidak sesuai. Kalau dari beritanya Rp 6.500," jelasnya.

Akibat penutupan itu, sedikitnya 50 pekerja kehilangan mata pencaharian. Mereka yang sebelumnya bergantung pada dapur tersebut kini menganggur.

"Lebih 50 orang (pekerja) kehilangan pekerjaan sekarang. Semoga bisa kembali beroperasi, karena kami menggantungkan hidup di sini," keluh Sri.

Ribuan Siswa Tak Lagi Dapat MBG

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, Dapur SPPG Panakkukang 02 telah beroperasi sejak Februari 2025. Dapur ini menyiapkan sekitar 3.500 porsi makanan MBG untuk sejumlah sekolah di Kecamatan Panakkukang.

Kepala UPT SPF SD Negeri Tamamaung 1, Basora, membenarkan bahwa sekolahnya menjadi salah satu penerima MBG dari dapur tersebut. Ia menyebut sebanyak 383 siswanya kini tidak lagi menerima distribusi makanan.

"Kalau datang kita terima, tidak datang mau bagaimana lagi. Kami berharap ke depan kebijakan ini lebih terarah," kata Basora.

Menurut Basora, kejadian ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, penyaluran MBG juga pernah terhenti pada Agustus lalu selama dua pekan, sehingga pihak sekolah meminta siswa membawa bekal dari rumah.

Terpisah, Kepala UPT SPF SD Negeri Karuwisi 2, Fatmasanra, menuturkan bahwa berdasarkan surat resmi dari BGN, dapur tersebut memang diberhentikan sementara.

"Ini menjadi pertanyaan. Mengapa ada arahan pemberhentian sementara, padahal program MBG merupakan ketentuan dari pemerintah pusat," ujar Fatmasanra.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6