Berbeda Partai dengan Gubernur Jakarta, Prabowo: Tak Ada Masalah, Saya Bisa Kerja Sama

Prabowo mengatakan dirinya dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung berasal dari partai yang beda, namun tetap bisa bekerja sama.

Diterbitkan 29 September 2025, 19:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik dalam pemerintahan. Ia mengatakan dirinya dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung berasal dari partai yang beda, namun tetap bisa bekerja sama.

Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sedangkan Pramono adalah politisi PDI Perjuangan (PDIP). Prabowo menyebut tak mempermasalahkan hal tersebut.

"Gubernur DKI partai lain enggak ada masalah, saya bisa kerjasama sama Pramono Anung bener enggak?" kata Prabowo saat menghadiri akad massal 26.000 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).

Prabowo menyampaikan pemerintah pusat dan daerah harus saling bekerja sama dan bersinergi. Menurut dia, kepala daerah yang tak mau bekerja sama dengan pemerintah pusat justru akan merugi.

"Kalau beliau (Gubernur Jakarta) nggak mau kerjasama beliau sendiri rugi rakyatnya malah sama beliau bener nggak?" tuturnya.

Dia mengatakan masyarakat tak suka apabila pemimpin penuh dengan dendam dan saling berkonflik satu sama lain. Prabowo menuturkan semua pemimpin harus saling bekerja sama untuk kepentingan masyarakat.

"Rakyat kita tidak suka pemimpin yang penuh dendam saudara-saudara sekalian. Rakyat kita tidak suka pemimpin di atas itu gontok-gontokan, salah, keliru," ujarnya.

Momen Prabowo Sentil Anggota Kabinet Bergelar Profesor

Presiden Prabowo Subianto mengatakan seharusnya para menteri Kabinet Merah Putih dapat memperbaiki sistem di Indonesia saat ini. Terlebih, kata dia, banyak menteri di kabinet yang bergelar profesor atau lulusan S3.

Prabowo menyebut beberapa menteri Kabinet Merah Putih yang lulusan S3. Mulai dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Saya lihat di sini banyak profesor ini. Banyak S3, iya kan? Pak Purbaya S3, siapa lagi? Pak Perry S3, Yassierli S3, siapa lagi itu, AHY S3? Luar biasa kau. Pak Tito S3? Pak Kapolri s3? Luar biasa itu semua," kata Prabowo saat menghadiri akad massal 26.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).

"Begitu banyak (lulusan) S3 kalau tidak bisa memperbaiki sistem kelewatan itu. Ya ini adalah salah sistem," sambungnya.

Kebocoran Anggaran karena Kesalahan Sistem

Dia mengatakan, kebocoran anggaran dengan jumlah besar diakibatkan karena kesalahan sistem. Oleh sebab itu, Prabowo menekankan pentingnya perbaikan sistem untuk mengamankan kekayaan Indonesia dan mencegah kebocoran anggaran.

"Professor, ternyata yang masalah bagi kita adalah kesalahan sistem, sistem ini yang memungkinkan kebocoran yang gila-gilaan yang luar biasa, karena sistem," ujarnya.

Itu sebabnya, Prabowo menekankan sudah saatnya semua berani memperbaiki sistem.

"Saya percaya dengan penghematan, kebocoran, dengan kita mengamankan kekayaan kita. Maka, uang bangsa Indonesia akan cukup," imbuh Prabowo.

Menteri Bergelar Profesor Harus Analisis Kesalahan Sistem di RI

Prabowo meminta para anggota kabinet bergelar profesor menggunakan kehebatannya untuk menganalisa kesalahan yang terjadi pada sistem di Indonesia. Dia mengaku heran korupsi di Indonesia tak bisa diatasi dan masih banyak kekayaan yang lari keluar.

"Saudara-saudara apalagi yang pintar matematika lihat data-data, analisa. Masa 25 tahun tidak bisa kita analisa. Lebih banyak uang keluar dari Indonesia, lebih banyak kekayaan kita keluar dari Indonesia daripada tinggal di Indonesia ini segera harus kita rubah saudara-saudara sekalian," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6