Liputan6.com, Jakarta - Lapangan Depok Open Space (DOS) Balai Kota Depok, menjadi lokasi berkumpulnya kolektor batu akik dari berbagai penjuru Indonesia. Puluhan jenis batu akik mulai dari Bacan hingga beragam jenis Pandan.
Sejumlah kolektor tampak memperlihatkan batu akik koleksinya, salah satunya milik Bambang Permana. Pria berambut pirang tersebut mengatakan, mengoleksi batu akik sudah lama dilakukannya sebelum boomingnya batu akik pada 2015.
“Saya sebelum booming 2015, saya sudah punya yang kecil-kecil. Terus setelah booming 2015, kan ada kontes-kontes di mall. Nah saya sering ke mall bawa anak-anak lihat batu kontes, saya pikir batu saya gak kalah bagus gitu loh,” ujar Bambang saat ditemui Liputan6.com di Lapangan DOS Balai Kota Depok, Minggu (28/9/2025) malam.
Advertisement
Pada 2015, pria asal Tangerang Selatan itu mulai mengikuti batu akik yang telah lama dimilikinya. Hasilnya, Bambang mendapatkan juara harapan dan menjadi kebanggaan dirinya sendiri, sehingga memacunya untuk mengumpulkan batu akik.
“Awalnya saya punya yang kecil (batu akik) peninggalan orang tua,” ujar pria keturunan asal Cirebon.
Sempat merasakan juara harapan pada lomba batu akik, Bambang terpikir di benaknya untuk dapat menjuarai lomba, maka Bambang harus memiliki batu akik lebih bagus. Bambang mencoba hunting batu akik hingga membuatnya semakin mencintai batu akik hingga menjadi kolektor.
“Awalnya saya itu punya pandan kapas juaranya, terus pandan nanas, terus lari ke pandan lumut, terus lari ke anggur, terus anggur klasik, terus anggur lumut, terus nambah ke bacan,” ucap Bambang sambil memperlihatkan batu akik koleksinya.
Dari beragam jenis batu, Bambang menjadi perhitungan pada setiap perlombaan dari kolektor lainnya. Bukan tanpa sebab, batu akik milik Bambang mampu menghasilkan juara sehingga menjadi kepuasan dan nilai lebih pada batu yang dimilikinya.
“Batu yang juara saya kumpulin, saya koleksi di rumah dan saat itu tidak ada niatan untuk menjual batu koleksi saya,” terang Bambang.
Masih teringat dibenaknya, pada 2016 atau saat batu akik sedang booming, Bambang tidak ingin tertinggal mengikuti perlombaan batu akik. Sejumlah koleksi batu akik miliknya usai menjadi juara, sempat mendapatkan tawaran untuk dibeli kolektor.
“Pas habis kontes biasanya langsung ditawar gitu kan, pada jaman itu ya. Nah itu saya sempet beberapa keluar (dibeli) jagoan-jagoannya, sampai ke kota Kudus, terus sampai janjian di Jakarta Pondok Indah Mall,” ungkap Bambang.
Batu akik milik Bambang tidak diragukan kualitasnya oleh para pemburu kolektor batu akik. Bahkan, batu akik jenis Bacan milik Bambang sempat ditawar kolektor asal Surabaya sebesar Rp40 juta.
“Kemarin saya ke Surabaya, batu bacan Rp 40 juta. Itu batu khusus yang saya custom ringnya. Bedanya saya adalah ringnya (ciri khas) saya custom semua,” kata Bambang.
Bambang memiliki ciri khas sendiri di setiap batu miliknya, salah satunya pada ring atau penyangga batu. Setiap batu kesayangan Bambang akan dibuatkan ring dengan nilai lebih dari Rp5 juta.
“Ada ring yang saya buat lambang icon Singapura, Malaysia, hingga Palestina,” tutur pria yang tergabung pada komunitas batu akik.
Bambang mengakui, kecewa dengan oknum pedagang batu akik nakal sehingga menyebabkan harga jual batu akik menurun dan kurang diminati masyarakat maupun penghobi batu akik. Bambang mencontohkan, oknum pedagang kerap memaksakan batu akik mencampurkan dengan pewarna sehingga mengurangi tekstur kemurnian dan keaslian batu akik.
“Batu pandan lumut pada jaman dulu, itu kan butuh waktu lama untuk menjadi lumut. Jaman sekarang karena pedagang ini mau ngambil keuntungan lebih, jadi batu pandan yang baru direndam sedemikian rupa, diwarnai atau apalah namanya, itu jadi lumut dalam hitungan bulan,” kata Bambang.
Batu yang tidak murni, lanjut Bambang diikutsertakan dalam sebuah kontes dan menjadi juara. Hasil dari juara tersebut, batu yang tidak murni dan menjadi juara, harga jualnya akan meningkat.
“Batu itu harganya dinaikkan, padahal itu batu baru, terus yang bikin jatuh adalah para kolektor yang kecewa,” ujar Bambang.
Bambang turut mencontohkan kekecewaannya kepada penjual batu akik yang curang sehingga menjatuhkan harga batu akik. Masih ingat dalam benak Bambang, dahulu batu akik jenis Pandan Lumut harganya sekitar Rp10 juta.
“Sekarang, orang yang gak tau batu pandan lumut, itu bisa dapet cuma Rp2 juta. Nah, dikonteskan dijual Rp10 juta,” ucap Bambang.
Untuk meningkatkan kembali daya beli kolektor batu akik, Bambang meminta para pedagang untuk jujur dalam berjualan.
“Ya, harapan saya sih ya, supaya pedagang juga jujur. Jadi, jangan sampai menjatuhkan harga asli dari batu sebenarnya,” harap Bambang yang memiliki puluhan batu akik berkelas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364564/original/053875900_1759118745-9298bedc-0a99-4c08-bb23-f3066ee7f593.jpg)
Keindahan
Batu akik atau batuan yang terdiri dari kalsedon dan kuarsa, yang memiliki kandungan mineral dan warna yang beragam dan indah, banyak diminati ragam masyarakat. Seperti anggota DPRD Kota Depok, Hamzah, menjadi salah satu penikmat dan kolektor batu akik.
“Iya saya memiliki koleksi batu akik yang saya simpan di rumah,” ujar pria dari Fraksi Gerindra pada DPRD Kota Depok.
Hamzah mengaku, memiliki koleksi puluhan batu akik yang tersimpan di dalam lemari koleksinya. Hamzah memiliki beragam jenis batu akik dan mengikuti berbagai perlombaan batu akik.
“Pada kontes batu akik Nusantara Depok, batu akik saya ada empat yang menjadi juara, dan memang batu itu pernah juara pada lomba di wilayah lain,” terang Hamzah.
Politisi Partai Gerindra itu menyukai batu akik karena keindahan pada sebuah batu. Hamzah mencontohkan, keindahan batu akik dapat dilihat dari serat yang terkandung di dalam batu.
“Batu itu kan orang senang melihat serat di dalamnya, keindahannya, kristalisasinya, maka itu (batu) pasti akan dicari kolektor,” ucap Hamzah yang menjadi sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok.
Hamzah mencontohkan, batu bacan yang dimilikinya kerap diminati kolektor lain. Hal itu dikarenakan batu bacan kepunyaannya memiliki keistimewaan pada kekristalan pada batunya.
“Batu bacan saya ini sudah tiga kali juara,” kata Hamzah dengan tersenyum.
Saat disinggung soal harga batu bacan miliknya yang kerap menjadi juara, Hamzah menimpalinya dengan tersenyum. Dengan malu-malu, batu bacan milinya memiliki harga yang cukup tinggi.
“Ya, ini masih di dua (di atas Rp 10 juta) digit lah ya,” pungkas pria berkacamata itu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364565/original/064566400_1759118745-65b3a712-e7de-4625-a8de-b74c599f4573.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364379/original/009555500_1759098987-738b697b-7345-4dff-9f60-aa67eed0c0ea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)