27 September Hari Apa? Ini Deretan Momen Penting yang Dirayakan

Tanggal 27 September diperingati dengan sejumlah momentum bersejarah dan tematik, baik tingkat nasional maupun internasional.

Diterbitkan 27 September 2025, 06:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Pada tahun ini, tanggal 27 September jatuh pada hari Sabtu. Sejumlah momentum bersejarah dan tematik, baik tingkat nasional maupun internasional diperingati pada hari ini.

Di Indonesia, tanggal 27 September diperingati sebagai Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT), sekaligus Hari Bakti Postel. Hari ini menjadi pengingat akan peran penting sektor pos dan telekomunikasi dalam mendukung pembangunan bangsa.

Tidak hanya itu. Di Indonesia, tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Komedi Nasional yang baru saja ditetapkan pada tahun 2025. Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap seni komedi yang tidak hanya sebagai hiburan, namun juga sebagai kritik sosial dan perekat kebersamaan masyarakat.

Di ranah global, 27 September ditetapkan sebagai Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day). Peringatan ini digelar untuk menumbuhkan kesadaran akan kontribusi pariwisata terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan juga mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan di seluruh dunia.

Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)

27 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT). Mengutip dari laman Bakti Komdigi, Hari Bhakti Postel memperingati sejarah pengambilalihan Kantor Pusat Jawatan Pos, Telegraf dan Telepon (PTT) oleh Angkatan Muda Pos Telegraf dan Telepon (AMPTT) dari kekuasaan pemerintah Jepang pada 27 September 1945.

Soetoko tercatat dalam sejarah sebagai penggerak pemuda pada pertemuan AMPTT pada tanggal 3 September 1945. Nama lain yang turut hadir saat itu di antaranya Slamet Soemari, Joesoef, Agoes Salman, Nawawi Alif dan beberapa pemuda lainnya.

Bertugas untuk mengawal koordinasi AMPTT dalam pengambilalihan Jawatan PTT, Soetoko ditetapkan sebagai ketua dibantu oleh tiga wakilnya yaitu Nawawi Alif, Hasan Zein dan Abdoel Djabar.

Setelahnya PPT secara resmi berubah menjadi Jawatan PPT Republik Indonesia dan peristiwa tersebut menjadi hari bhakti PTT atau hari bhakti POSTEL.

Kemudian, Soeharto dan R. Dijar masing-masing resmi diangkat oleh Soetoko, Ketua AMPTT menjadi Kepala dan Wakil Kepala Jawatan PTT seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo dalam Siaran Pers No.285/HM/KOMINFO/09/2023, Hari Bhakti Postel setiap tahunnya merupakan peringatan dan penghargaan atas jasa pahlawan Indonesia khususnya di bidang Postel.

Pada tahun ini, hari bakti PPT atau hari bakti Postel genap diperingati ke-80 tahun.

Hari Komedi Nasional

Di Indonesia, Hari komedi nasional baru saja ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan pada tahun ini. Yaitu pada tanggal 27 September 2025.

Dikutip dari RRI.ac.id, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan yang menetapkan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional. Ini saat menghadiri Anugerah Komedi Indonesia (ANUKOM) ke-5.

“Penetapan ini bertepatan dengan hari lahir seorang tokoh komedi Indonesia yang luar biasa, multitalenta, seorang maestro Bing Slamet. Yaitu pada tanggal 27 September,” ujar kata Fadli dalam keterangannya, Kamis, 11 September 2025, dikutip dari RRI.ac.id.

Dalam ajang penganugerahan yang diinisiasi oleh salah satu TV swasta dan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI), Menbud turut mengapresiasi para komedian Indonesia yang telah mengukir prestasi, menghibur masyarakat, serta turut berkontribusi dalam perkembangan dunia komedi nasional.

Penetapan Hari Komedi Nasional, menurut Menbud, merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan para seniman komedi, khususnya PaSKI, serta berbagai organisasi seni lainnya. Aspirasi ini diwujudkan melalui keputusan resmi Kementerian Kebudayaan. “Inisiatif ini merupakan aspirasi sejak lama dari para seniman komedi, yang secara aklamasi mengusulkan agar 27 September ditetapkan sebagai Hari Komedi Indonesia. Kita berharap momen ini menjadi penanda sekaligus apresiasi terhadap sosok Bing Slamet,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon menyampaikan Hari Komedi Nasional dipilih bertepatan dengan hari lahirnya Bing Slamet. Menurutnya, sosok Bing Slamet yang dikenal bukan hanya sebagai komedian, tetapi juga penyanyi, musisi, dan aktor film dengan berbagai karya hebat, telah menjadi simbol inspirasi bagi generasi seniman komedi Indonesia.

“Beliau adalah seorang komedian yang banyak menginspirasi dan multitalenta, dulu dikenal lewat grup Kwartet Jaya. Dirinya juga seorang penyanyi dan musisi di Eka Sapta, namanya pun turut harum di dunia perfilman dengan belasan hingga puluhan film yang dibintangi, Bing Slamet terus memberi inspirasi bagi generasi seniman komedi Indonesia,” ucapnya.

Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day)

Hari Pariwisata Dunia diperingati setiap tanggal 27 September. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kebutuhan akan pariwisata yang dapat diakses di seluruh dunia.

Selain itu, Hari Pariwisata Sedunia juga menjadi momen untuk mengenalkan peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Pariwisata secara langsung juga memberi dampak sosial dan budaya di seluruh dunia. Kehadiran Hari Pariwisata Sedunia juga bertujuan untuk menciptakan industri pariwisata yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Hari Pariwisata Dunia diadakan untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat internasional betapa pentingnya pariwisata dan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Hari Pariwisata Dunia pertama kali dirayakan pada 1980 untuk memperingati hari adopsi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Statutes di 27 September 1970.

Mengutip dari laman Kementerian Pariwisata RI, Hari Pariwisata Dunia 2025 mengambil tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan” (Tourism and Sustainable Transformation).

Tema ini diambil sebagai pengingat pariwisata bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan tetapi juga wadah untuk pembangunan yang adil, pelestarian budaya dan warisan, perlindungan flora dan fauna, integritas lingkungan dan ketahanan masyarakat. Pariwisata mempunyai potensi sebagai agen perubahan positif.

Pariwisata bukan hanya sektor ekonomi, tapi juga katalis kemajuan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan penciptaan peluang baru.

Tema Hari Pariwisata Dunia juga tepat mengingat geliat sektor pariwisata pasca pandemi. Secara global, jumlah wisatawan internasional di tahun 2024 mencapai Rp 1,4 miliar. Jumlah ini meningkat 115% dari 2023.

Wilayah Asia Pasifik bahkan mendapatkan momentum, mencapai pertumbuhan 87 persen dibanding jumlah wisatawan sebelum masa pandemi.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari-Juni 2025 sebesar 7,05 juta, tumbuh positif 9,44 persen (year-on-year). Kunjungan wisatawan mancanegara ini didominasi oleh negara-negara ASEAN, disusul Asia selain ASEAN, dan Eropa.

Perjalanan wisatawan nusantara juga melonjak secara signifikan dengan total 105,12 juta perjalanan, naik 25,93 persen (year-on-year).

Dalam memperingati hari Pariwisata Dunia beberapa kegiatan telah disiapkan diantaranya oleh Politeknik Pariwisata dan Badan Otorita yang berada di naungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Contohnya Politeknik Pariwisata Makassar. Sejalan dengan program prioritas Kemenpar, Poltekpar Makassar mengadakan Gerakan Wisata Bersih yang akan diikuti oleh civitas akademika dan melibatkan stakeholder bidang pariwisata.

Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar seremoni simbolik namun merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kawasan wisata di seluruh Indonesia. Kebersihan adalah salah satu aspek esensial yang mempengaruhi keamanan, kenyamanan wisatawan, reputasi destinasi, serta daya saing pariwisata nasional di tingkat global.

Laporan pemeringkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) menyoroti tantangan Indonesia pada aspek health and hygiene, Indonesia mencatat skor 3,78. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Asia Pasifik sebesar 4,53.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6