Tangis Wakil Ketua BGN saat Minta Maaf soal Maraknya Kasus Keracunan MBG

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari niat baik Presiden untuk mencukupi gizi anak-anak Indonesia demi menciptakan generasi emas.

Diterbitkan 26 September 2025, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Program MBG bertujuan penuhi gizi anak Indonesia untuk menciptakan generasi emas.
  • BGN meminta maaf atas kasus keracunan makanan yang menimpa anak sekolah di program MBG.
  • BGN meminta semua pihak mengawasi dapur MBG agar insiden serupa tidak terulang.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) nanik S. Deyang mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk memastikan seluruh anak di Indonesia mendapatkan gizi yang terpenuhi, sehingga bisa menciptakan generas emas.

"Padahal niat kami, Nawaitu kami, Nawaitu Presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya, agar mereka menjadi generasi emas," kata dia di kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Nanik pun tak kuasa menahan tangis, saat niat baik pemerintah menghadirkan program MBG ternyata dibayangi maraknya kasus dugaan keracunan makanan yang menyebabkan anak sekolah menjadi korbannya.

"Kami punya maksud agar anak-anak Indonesia mempunyai keadilan dalam pemenuhan gizi. Tapi tidak kami duga ternyata saat ini luar biasa, masalah yang terjadi. Itu sebabnya saya tidak pernah akan mau menyebut angka, atau apapun yang terjadi karena ini bukan masalah angka," jelas dia sambil terisak.

"Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total," sambungnya.

 

Meminta Maaf

Nanik pun meminta maaf atas maraknya peristiwa keracunan di program MBG. Dia memastikan hal ini tak akan terjadi lagi.

Maafnya tak disampaikan hanya untuk para anak-anak yang menjadi korban, tapi juga para orang tua.

"Jadi sekali lagi, pada anak-anak saya yang tercinta di seluruh Indonesia dan juga para orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi. Tidak akan terjadi lagi," ungkap dia.

Minta Semua Pihak Ikut Mengawasi

Nanik juga meminta dukungan kepada semua pihak, untuk mengawasi dapur MBG, dan ikut melaporkan jika melihat sesuatu.

"Kami juga mohon dukungan kepada semua pihak untuk berikutnya, untuk saya mohon kepada masyarakat ikut mengawasi jalannya dapur MBG. 24 jam, silakan mengadukan apa yang terjadi dengan dapur-dapur di tempat ibu-ibu sekalian," jelas dia.

"Kami mohon untuk semua, untuk para Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, kepada para kepala daerah, Pak Gubernur, semuanya, Kodim, Polres semuanya, mohon dibantu, tolong diawasi dapur kami, semua yang ada di manapun. Kami tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi," sambungnya.

Menurut Nanik, BGN akan terus bekerja keras untuk memperbaiki semuanya.

"Dan terus terang kami terus maraton, apa yang harus kami perbaiki," kata dia.

 

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6