Liputan6.com, Jakarta Polisi mengungkap motif penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN, MIP. Pelaku C punya rencana busuk memindahkan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan.
Namun, untuk memuluskan rencana itu dibutuhkan orang-orang yang memiliki otoritas di sebuah bank. Lantas kenapa C menjadikan MIP sebagai target dalam rencana pemindahan dana tersebut?
Hasil pemeriksaan, C alias K ternyata menjadi salah satu otak perencanaan kasus penculikan sekaligus pembunuhan MIP. Informasi soal rekening dormant itu dia dapat dari rekannya berinisial S. Sosok S hingga kini masih teka-teki.
Advertisement
"Hasil pemeriksaan saudara C alias K itu mendapatkan informasi dari temennya inisial S, ini masih kita dalami dan melakukan pengejaran karena identitasnya belum jelas disampaikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra saat konferensi pers, Selasa (16/9/2025).
Sosok S Masih Didalami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351092/original/080220300_1758014537-bank7.jpg)
Polisi belum mau bicara banyak soal sosok S. dia hanya memastikan, pemberi rekening dormant itu sudah teridentifikasi dengan inisial S.
"Mohon maaf, nanti kalau kita sampaikan nanti kabur, tolong ya kan yang S masih kita identifikasi," ujar dia.
Advertisement
Berapa Banyak Pemindahan Dana Rekening Dormant?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325910/original/096184500_1756045053-Blue_and_White_Modern_Highschool_Id_Card__1_.jpg)
Selain mendalami sosok S, polisi juga terus menelaah jumlah rekening dormant yang akan digeser ke rekening penampung. Hingga kini, C alias K disebut masih bungkam saat diperiksa penyidik.
"Sampai sekarang belum diketahui karena C alias K masih tertutup dari hasil pemeriksaan belum terbuka," ucap dia.
Ada Pegawai Bank BUMN Terlibat?
Dalam kesempatan itu, Wira juga memastikan bahwa hingga kini belum ada bukti keterlibatan pegawai bank BUMN tempat korban bekerja. Namun penyidik tak menutup kemungkinan akan menggali lebih jauh.
"Kita akan melakukan cek ulang kembali artinya kita akan sesuai komitmen siapapun yang terlibat akan kita proses dengan aturan yang berlaku," ucap dia.
Advertisement
Persekongkolan C alias K
Polisi mengungkap awal mula keterlibatan C alias K dalam operasi penculikan dan pembunuhan MIP. Tanggal 30 Juli 2025, C alias K menggelar rapat bersama dua orang tersangka DH dan AAM. Di meja itu, dua opsi diusulkan. Pertama, korban hanya dipaksa untuk mematuhi perintah lalu dilepas. Kedua, korban tetap dipaksa, lalu dibunuh.
Diskusi kemudian berlanjut pada 31 Juli dan 12 Agustus. Lewat percakapan WhatsApp, akhirnya C alias K memilih opsi pertama yaitu melakukan pemaksaan dengan kekerasan setelah itu korban dilepaskan.
Pada 16 Agustus 2025, DH menghubungi JP di kawasan Kota Wisata, Cibubur, Jakarta Timur. Ketika itu, JP menanyakan adakah orang yang bisa membantu, entah sipil atau aparat.
Keesokan harinya, JP menindaklanjuti dengan mendatangi rumah Serka N, oknum Anggota TNI. Malamnya, di sebuah kafe di Cibubur, empat orang yaitu DH, JP, AAM, dan N berkumpul.
"Agenda pertemuan menyiapkan penculikan terhadap MIP. Jadi dalam pertemuan tersebut ada empat orang hadir. Dengan tujuan untuk membahas persiapan untuk dilakukan penculikan terhadap korban," ucap dia.
Tanggal 18 Agustus 2025, pertemuan berlanjut. Kali ini hadir DH, AAM, JP, dan M di sebuah kafe lain di kawasan yang sama. Mereka membagi peran. DH dan AAM bertugas menyiapkan tim pengintai, dengan tiga orang anggota yakni R, E, dan B.
JP menyiapkan tim lain untuk membuntuti korban, termasuk orang berinisial AW. Sedangkan M ini bukan M tapi Serka N menghubungi Kopda FH, yang juga oknum prajurit TNI.
"Sehari kemudian, 19 Agustus 2025, FH mengatur pertemuan di Cijantung. Ia membawa E, B, R, dan A," terang Wira.
Di sana, FH menunjukkan foto calon korban dan memberi perintah untuk mejemput orang ini, lalu serahkan kepada tim yang sudah dipersiapkan JP.
Bahkan, sebuah 'safe house' sudah disiapkan, tempat di mana korban akan dipaksa untuk melakukan kegiatan pemindahan dana.
"Puncaknya terjadi pada 20 Agustus 2025. Sejak siang, tim eksekutor membuntuti MIP. Sekitar pukul 15.30 WIB, di parkiran Lotte Mart, Jakarta Timur, mereka bergerak," papar Wira.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351024/original/024757800_1758013261-IMG_8611.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884479/original/ACg8ocJc_oid6J3VLtCVFHYL6ugvHZoO8rxNNMWPfM8krXX-0Ve03HZakQ%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)