Kemenimipas dan Bappenas Kompak Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Hilirisasi Kelapa

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendapat dukungan dari Bappenas dalam pelaksanaan program hilirisasi kelapa.

Diterbitkan 15 September 2025, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemenimipas dan Bappenas tandatangani MoU kerja sama hilirisasi kelapa.
  • Kemenimipas siapkan 360.700 pohon dan 1.300+ hektar lahan untuk kelapa.
  • Hilirisasi kelapa berpotensi besar sebagai penghasil devisa negara.

 

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menandatangani nota kesepahaman terkait sejumlah kerja sama, salah satunya adalah pengembangan hilirisasi kelapa. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (15/9/2025).

“Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami mendapat dukungan dalam pelaksanaan program hilirisasi kelapa. Kami sudah siapkan 360.700 pohon di seluruh ke Indonesia. Untuk itu, kami sudah siapkan 1.300 hektare lebih lahan. Jika lahan tersebut kurang, kita dapat melibatkan masyarakat dalam penyediaan lahan,” kata Menteri Imipas, Agus Andrianto.

 

Menteri Agus juga menyampaikan Kemenimipas akan memberikan penilaian, baik kepada Kepala Kantor Wilayah maupun Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang daerahnya menghasilkan kelapa agar melakukan pembibitan, lalu mendistribusikannya sehingga program hilirisasi kelapa dapat berjalan.

“Selain dengan Kementerian PPN/Bappenas, kami juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pihak lain yang terkait,” tambahnya.

Potensi Besar Hilirisasi Kelapa

Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menaruh harapan besar terkait keberhasilan program hilirisasi kelapa.

“Dahulu saat perekonomian Indonesia tidak baik, kelapa merupakan salah satu komoditas yang menyelamatkan Indonesia. Untuk itu, kami melihat saat ini kelapa masih memiliki potensi besar untuk bisa menjadi salah satu penghasil devisa negara. Penghasilan kelapa kita tidak kalah dengan negara lain. Maka, kita harus bisa manfaatkan hal tersebut dengan melakukan hilirisasi kelapa,” tegasnya.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendukung Program Hasil Terbaik Cepat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan banyak pihak dinilai penting agar hilirisasi kelapa memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6