Gubernur Ahmad Luthfi Kagum Pabrik Jamu Modern Sido Muncul, Jadi Inspirasi Investasi Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rasa kagum dan bangganya atas kiprah Sido Muncul yang berhasil mengangkat produk lokal hingga menembus pasar internasional.

Diterbitkan 11 September 2025, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Semarang Pabrik jamu modern PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang berlokasi di Klepu, Bergas, Kabupaten Semarang mendapat kunjungan istimewa dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pada Selasa (10/9/2025). Kehadiran orang nomor satu Jawa Tengah beserta jajaran OPD dan Forkopimda disambut hangat oleh Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama jajaran manajemen dan karyawan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi beserta rombongan diajak untuk melihat langsung proses produksi hingga pengemasan produk Tolak Angin, produk andalan Sido Muncul yang telah menembus pasar internasional.

Di setiap lantai, Irwan Hidayat mendampingi Gubernur Luthfi, menjelaskan fungsi tiap ruangan, alur proses produksi yang berjalan, fasilitas laboratorium, hingga detail-detail lain yang menunjukkan pabrik dikelola secara profesional dengan dukungan peralatan modern. 

Irwan Hidayat menyampaikan, kehadiran Gubernur Luthfi membawa harapan besar bagi Sido Muncul. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendampingi dunia usaha agar berjalan sesuai aturan.

“Sebagai pabrik yang berada di wilayah Jawa Tengah, tentu ingin mendapatkan bimbingan dari Pemerintah Provinsi. Memberikan arahan terkait apa saja yang perlu diperhatikan, supaya perusahaan seperti kami tidak sampai melanggar peraturan,” kata Irwan Hidayat dalam sambutannya.

Dengan arahan dan pembinaan dari pemerintah daerah, Irwan berharap Sido Muncul bisa semakin profesional sekaligus meminimalisir potensi kesalahan dalam operasional perusahaan. 

Irwan menyampaikan rasa terima kasihnya, karena di tengah kesibukan, Gubernur Luthfi masih menyempatkan diri berkunjung. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi dunia industri di Jawa Tengah.

"Saya sangat senang dan berterima kasih karena Pak Gubernur sudah hadir ke sini di tengah kesibukannya. Mudah-mudahan ke depan perusahaan kami bisa menjadi lebih baik. Pokoknya kami berjanji, akan menjadi perusahaan yang lebih baik,” tutur Irwan.

Ahmad Luthfi Bangga dengan Kiprah Sido Muncul

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rasa bangganya atas kiprah Sido Muncul yang berhasil mengangkat produk lokal hingga menembus pasar internasional.

“Saya bangga karena di Jawa Tengah ada perusahaan asli daerah yang tidak hanya memiliki produk lokal, tetapi juga telah berkembang ke tingkat regional, nasional, bahkan internasional," kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Menurutnya, keberhasilan Sido Muncul menjadi bukti nyata bahwa produk dalam negeri, khususnya herbal seperti jamu, memiliki daya saing tinggi di era global. Dari tinjauan pabrik, Luthfi menyoroti kecanggihan teknologi yang diterapkan perusahaan. Dari laboratorium, kemasan, hingga sistem pemasaran, semua telah modern.

“Saya saksikan sendiri, pabrik ini sudah menggunakan metode yang sangat canggih sekali, baik dari sisi laboratorium, packaging, hingga pemasarannya. Dan ini menjadi inspirasi bagi investasi di wilayah kita, khususnya di Jawa Tengah. Tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal," ujarnya sembari bercerita kalau produk Tolak Angin menjadi salah satu andalan saat pandemi Covid.

Luthfi menegaskan pentingnya arah kebijakan investasi di Jawa Tengah agar sejalan dengan tren dunia. Serta jaminan keamanan dan ketertiban menjadi syarat utama masuknya investasi

Pabrik Sido Muncul Role Model Ekonomi Hijau dan Padat Karya

Dalam kesempatan itu, Lutfhi juga mengapresiasi komitmen Sido Muncul dalam penerapan ekonomi hijau yang sejalan dengan kebijakan Pemprov Jateng untuk menjadikan green economy sebagai prioritas pembangunan.

"Sido Muncul ini sudah menerapkan konsep ekonomi hijau, termasuk energi terbarukan, seperti penggunaan solar panel dan pengelolaan air tanah. Ke depan ini akan dilirik investor luar negeri, karena ekonomi terbarukan dan green economy merupakan prioritas utama yang selaras dengan kebijakan Provinsi Jawa Tengah. Semoga kunjungan ini menjadi daya tarik sekaligus daya ungkit bagi investor lain di wilayah Jawa Tengah,” tegasnya.

Keberhasilan Sido Muncul dalam mengombinasikan tenaga manusia dengan teknologi modern turut mendapat sorotan. Karena menjadi langkah tepat untuk menciptakan industri yang berdaya saing tanpa menghilangkan peran sumber daya manusia.

“Pabrik Sido Muncul ini tidak hanya padat karya, tetapi sudah menggunakan teknologi. Padat karya dicampur dengan teknologi ini suatu pengembangan yang sangat bagus sekali. Kita tahu bahwa di Jawa Tengah padat karya menjadi prioritas. Di Sido Muncul, konsep itu berjalan dengan baik, sehingga saya tertarik untuk berdialog dengan mereka. Meski menggunakan teknologi, tenaga manusia atau sumber daya manusia tetap sangat dibutuhkan di wilayah kita,” ujar Luthfi.

Sido Muncul Angkat Ekonomi Warga Semarang

Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. turut mengapresiasi peran besar Sido Muncul terhadap perekonomian daerah. Bukan hanya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, tetapi juga memanfaatkan bahan baku pertanian di Kabupaten Semarang.

"Sido Muncul ini sangat luar biasa. Lahan (pabriknya) cukup luas. Karyawan yang terserap banyak. Kemudian menggunakan teknologi modern. Di sisi bahan baku, hampir mayoritas ini berasal dari hasil-hasil pertanian di Semarang," ujarnya.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi kepedulian sosial Sido Muncul yang memberi dampak nyata. 

"Kepedulian Sido Muncul sangat luar biasa. Berupa bantuan CSR, baik itu untuk anak-anak yang stunting. Pengembangan wilayah, kaitannya dengan tanaman seperti durian, juga bantuan untuk anak sapi," jelasnya.

Ngesti berharap Sido Muncul terus berkembang dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Dirinya juga berpesan agar pelaku industri lokal agar bisa meniru kesuksesan Sido Muncul.

Soal Rawa Pening dan Dorong Semarang Jadi Pintu Masuk Wisata

Selain persoalan industri, Irwan juga menitipkan perhatian Gubernur Lutfhi terhadap kondisi Danau Rawa Pening. Pasalnya, Rawa Pening saat ini tinggal menyisakan sekitar 700–800 hektare dari luas awalnya 2.800 hektare dengan kedalaman berkurang hingga hanya 4 meter.

"Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menitipkan Rawa Pening. Rawa Pening itu tempat yang bagus, sebuah kawasan potensi air yang besar. Kita tahu, suatu hari air akan menjadi persoalan besar di negeri ini. Mungkin bisa diatur bagaimana solusinya,” ungkapnya.

Irwan juga memberikan apresiasi atas langkah Gubernur Luthfi yang berhasil mengembalikan status Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pintu masuk wisatawan, khususnya lewat kota Semarang.

"Karena itu, harapan saya Bapak juga bisa mendorong agar Pemkot Semarang menjadikannya satu pintu masuk wisata Jawa Tengah. Karena potensi itu sangat besar,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa Semarang memiliki daya tarik yang patut dijadikan contoh daerah lain.

“Semarang adalah kota yang sangat bagus. Mudah-mudahan nantinya bisa menjadi kota yang memberi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia,” tambahnya.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6