Mobil Direktur Imparsial Dibobol OTK saat Singgah di Rumah Makan: Kaca Pecah-Dokumen Raib

Mobil milik Direktur Imparsial, Ardi, dibobol orang tak dikenal (OTK) saat di parkir di kawasan Jatiasih, Bekasi, Senin (8/9/2025) malam.

Diperbarui 09 September 2025, 23:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mobil Direktur Imparsial dibobol di Bekasi, hanya dokumen kegiatan yang hilang.
  • Barang berharga lain seperti dompet dan spion tidak diambil oleh pelaku.
  • Ardi menduga insiden ini terkait kerja Imparsial dan serangan WhatsApp sebelumnya.

Liputan6.com, Jakarta - Mobil milik Direktur Imparsial, Ardi, dibobol orang tak dikenal (OTK) saat di parkir di kawasan Jatiasih, Bekasi, Senin (8/9/2025) malam. Kaca samping mobil pecah, sebuah tas berisi dokumen kegiatan lembaga ludes. Namun anehnya, barang berharga lain tak diambil oleh pelaku.

Terkait kejadian ini, Ardi didampingi oleh kuasa hukumnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Laporan tercatat dengan nomor: LP/B/6318/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 9 September 2025.

Ardi menerangkan, kejadian bermula saat saat ia singgah untuk makan di sebuah rumah makan di Jalan Wibawa Mukti, Jatisari, Jatiasih Kota Bekasi. Ia hanya 25 menit meninggalkan mobil. Begitu kembali, kaca mobil sudah pecah.

"Terus saya infokan ke tempat makan kalau mobil saya barusan dibobol, 'Oh ini baru kejadian pertama di tempat kami', katanya. Kemudian, saya ingatkan, 'ya mudah-mudahan ini enggak terjadi, ingatkan pelanggan yang lain, jangan sampai ini juga terjadi berikutnya'. Saya tanya ke rumah makan itu, mereka tidak punya CCTV. Dan jarak dari tempat yang ada CCTV, cukup jauh," kata dia di Polda Metro Jaya, Selasa (9/9/2025).

Ardi merasa heran karena spion, dompet, dan barang bernilai lainnya tetap utuh. Sedangkan, yang hilang justru dokumen kegiatan milik Imparsial.

 

Akun WhatsApp Diserang

"Itu dokumen kegiatan aktivitas Imparsial. Kalau jatuh ditangan orang yang memang punya niat untuk melemahkan kerja-kerja kami, itu mungkin berguna," ucap dia.

Dia curiga, serangan ini ada sangkut-pautnya dengan kerja-kerjanya di Imparsial. Terakhir, lembaga ini aktif mengadvokasi korban aksi demonstrasi. Tak hanya mobil yang jadi sasaran. Akun WhatsApp juga diserang pada 20 Agustus dan 28 Agustus 2025.

Karena itu, setelah berdiskusi memutuskan untuk melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Dia berharap pelakunya segera ditangkap, sehingga motif serangan bisa terungkap.

"Kami perlu mendesak kepolisian untuk mengungkap kira-kira kenapa hal ini berulang kemudian juga terjadi pada momen-momen tertentu," ucap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6