Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk, Menag Akan Evaluasi Menyeluruh: Ini soal Keselamatan Jemaah

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat standar infrastruktur, dan menyiapkan dukungan renovasi bagi bangunan yang rawan.

Diterbitkan 07 September 2025, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ambruknya majelis taklim Ciomas jadi alarm perkuat standar keamanan fasilitas keagamaan.
  • Kemenag akan evaluasi menyeluruh dan renovasi bangunan keagamaan bersama PUPR dan Baznas.
  • Prioritas utama adalah keselamatan jemaah dan pendampingan psikologis bagi korban.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, ambruknya bangunan majelis taklim di Ciomas, Kabupaten Bogor, menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat standar keamanan bangunan fasilitas keagamaan di seluruh Indonesia.

Adapun ini disampaikan usai menjenguk korban selamat di RSUD Kota Bogor, sekaligus dia juga mengucapkan rasa belangsungkawa kepada keluarga korban.

 

"Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Ke depan, Kementerian Agama akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan-bangunan keagamaan, termasuk majelis taklim, langgar, dan musala yang dikelola oleh masyarakat," kata Nasaruddin.

Terkait asesmen bangunan keagamaan ini, lanjut dia, Kemenag akan bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk Kementerian PUPR dan Baznas, untuk memberikan dukungan renovasi bagi fasilitas tak layak.

Namun, selepas itu, semuanya dilakukan untuk mengutamakan keselamatan para jemaah atau umat yang hendak beribadah.

"Ini bukan hanya soal renovasi, tapi soal keselamatan jemaah. Kami tidak ingin tempat yang seharusnya menjadi pusat spiritual malah berubah menjadi tempat bencana karena kelalaian struktural," tutur Nasaruddin.

 

 

Pendampingan ke Korban

Selain aspek teknis, Nasaruddin mendorong adanya pendampingan psikologis dan sosial bagi para korban, terutama anak-anak yang terdampak trauma akibat kejadian tersebut.

Ia menilai solidaritas masyarakat sangat penting dalam proses pemulihan pasca-tragedi.

"Kita semua diuji dengan peristiwa ini. Tapi dari musibah ini juga kita diajak untuk lebih peduli terhadap keamanan fasilitas ibadah yang setiap hari kita gunakan bersama," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6