Diduga Rem Blong, Truk Kontainer Rusak Tiga Gardu di Gerbang Tol Ciawi 2: Tak Ada Korban Jiwa

Kecelakaan terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2, tepatnya di KM 41+400 Ruas Tol Jagorawi arah Jakarta, Kamis (4/9/2025) dini hari, yang melibatkan truk kontainer.

Diterbitkan 04 September 2025, 07:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kecelakaan truk kontainer di GT Ciawi 2 diduga akibat rem blong.
  • Satu orang luka ringan, tidak ada korban jiwa, namun tiga gardu tol rusak.
  • Jasa Marga fokus evakuasi kendaraan dan perbaikan gardu untuk kelancaran lalu lintas.

Liputan6.com, Jakarta Kecelakaan terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2, tepatnya di KM 41+400 Ruas Tol Jagorawi arah Jakarta, Kamis (4/9/2025) dini hari, yang melibatkan truk kontainer.

Senior Manager Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Alvin Andituahta Singarimbun mengatakan, dugaan penyebab kecelakaan sementara, truk mengalami rem blong sehingga tidak terkendali dan menabrak Gerbang Tol Ciawi 2.

"Terdapat 1 orang luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis oleh petugas di lapangan. Tidak terdapat korban jiwa akibat kecelakaan ini," kata dia dalam keterangan yang diterima.

Menurut Alvin, sesaat setelah kejadian, petugas dari Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT) dan pihak kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan segera melakukan pengaturan lalu lintas.

"Akibat kecelakaan ini, tiga gardu mengalami kerusakan. sehingga hanya enam gardu yang masih beroperasi. Untuk mengurai antrean transaksi di GT Ciawi 2, RO1 mengoptimalkan penggunan tiga unit mobile reader dan bantuan tapping oleh petugas di lokasi," jelas dia.

 

 

Fokus Evakuasi

Alvin mengatakan, saat ini Jasa Marga fokus pada percepatan evakuasi.

"Saat ini kami fokus pada percepatan evakuasi kendaraan yang terlibat dan segera melakukan perbaikan pada kerusakan gardu tol yang dibutuhkan agar tidak terjadi kepadatan yang berkepanjangan," jelas dia.

Alvin juga menambahkan bahwa kondisi kendaraan yang tidak prima sangat membahayakan pengguna jalan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius pihak berwenang untuk mengantisipasi kejadian yang lebih buruk di masa yang akan datang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6