Koalisi Indonesia Bersatu Berdaulat Dorong Suasana Aman di Tengah Aksi Demo

Makan Bergizi Gratis Dinilai tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga menciptakan keselarasan sosial.

Diperbarui 02 September 2025, 22:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah tokoh masyarakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju pada Selasa (2/9/2025).

Koalisi ini berkomitmen menjaga stabilitas sosial dan mendorong terciptanya suasana aman di tengah maraknya aksi demonstrasi yang berujung ricuh dalam beberapa waktu terakhir.

Koalisi ini terdiri dari Bjorka, Koalisi Ojol Nasional (KON), serta Pondok Pesantren Abdulrahman Wahid Soko Tunggal pimpinan Gus Nuril.

Ketua Koalisi, Michael Angelo Langie, mengatakan wadah ini lahir sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami membentuk Koalisi ini dengan sadar bahwa negara ini yang sedang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo sudah ke arah yang tepat. Maka dari itu kami menyatakan sikap bahwa kami ada bersama Bapak Presiden Prabowo,” kata Michael.

Michael mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bukti ketulusan Presiden dalam membangun bangsa. Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga menciptakan keselarasan sosial.

“MBG itu dapat membuat lidah masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke menjadi selaras sehingga memudahkan mobilitas apabila negara dalam keadaan darurat militer,” ujarnya.

Lebih lanjut, Michael mengajak seluruh elemen bangsa menjaga ketertiban agar roda ekonomi kembali berjalan normal.

“Oleh sebab itu, saya mengajak siapapun yang ingin Indonesia lebih baik untuk bersama-sama menciptakan suasana tenang dan adem agar ekonomi Indonesia kembali berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

 

Sikap Koalisi Ojol Nasional

Sementara itu, Koalisi Ojol Nasional (KON) menegaskan sikap terkait insiden meninggalnya seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.

Ketua Presidium KON, Andi Kristiyanto, menyampaikan pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Mengawal proses hukum insiden tragis yang merenggut nyawa saudara kami seprofesi atas nama Affan Kurniawan hingga mendapatkan keadilan hukum yang seadil-adilnya bagi keluarga korban,” kata Andi (30/8).

Selain itu, KON menarik diri dari segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Menarik diri dari setiap kegiatan yang bersifat anarkis yang menimbulkan potensi perpecahan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Andi juga mengeluarkan larangan keras bagi seluruh anggota dan pengurus KON untuk ikut serta dalam aksi anarkis.

“Melarang setiap pengurus DPP dan DPW hingga anggota komunitas ojol yang berafiliasi dengan KON untuk mengikuti segala bentuk kegiatan anarkis, baik secara fisik maupun verbal,” ujarnya.

Ia menekankan seluruh mitra ojol wajib menjaga ketertiban, keamanan, dan persatuan.

“Setiap individu dan komunitas ojol dalam KON wajib menjaga kondusifitas dalam situasi apapun sebagai wujud masyarakat yang taat hukum dan mencintai bangsa,” ungkapnya.

KON juga menegaskan tidak bertanggung jawab atas tindakan individu ojol yang tetap memilih terlibat dalam aksi anarkis.

“Koalisi Ojol Nasional tidak bertanggung jawab atas kegiatan personal dari komunitas ojol yang tetap mengikuti aksi anarkis jika kemudian berhadapan dengan masalah hukum,” tandas Andi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6