Pemkot Jakbar Usulkan Rute Baru Transjakarta ke Sentra Primer Barat Kembangan

Firmanudin mencontohkan, dari arah Meruya menuju langsung kawasan Puri Kembangan belum tersedia rute Transjakarta.

Diterbitkan 03 September 2025, 01:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkot Jakarta Barat usulkan rute Transjakarta baru ke Kembangan karena minimnya akses transportasi.
  • Rute Transjakarta yang ada tidak optimal, menyebabkan waktu tunggu lama dan akses terbatas.
  • Transjakarta terbuka usulan rute baru, akan koordinasi dengan Dishub untuk pengadaan armada.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat mengusulkan kepada PT Transjakarta untuk menambah rute baru yang menuju kawasan Sentra Primer Barat Kembangan. Usulan ini disampaikan menyusul minimnya akses transportasi umum yang langsung melewati kawasan perkantoran, termasuk kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, mengatakan saat ini pegawai maupun masyarakat kesulitan mengakses transportasi umum di kawasan tersebut. Padahal, setiap Rabu para ASN diwajibkan menggunakan transportasi umum.

"Selain itu setiap Rabu, para ASN diwajibkan naik transportasi umum, kami kerap mengalami kesulitan untuk mengakses transportasi umum," ujar Firmanudin di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Ia mencontohkan, trayek Transjakarta 1M Meruya–Blok M yang melewati kantor Wali Kota Jakarta Barat memiliki waktu tunggu cukup lama. “Itu pun harus menunggu lama, bisa 1,5 jam,” katanya.

Selain itu, bus Transjakarta trayek 3E Cengkareng–Puri Mal juga dinilai belum optimal. Firmanudin menambahkan, dari arah Meruya menuju langsung kawasan Puri Kembangan belum tersedia rute Transjakarta.

“Kalau ada trayek baru maka kawasan ini akan bertambah ramai, karena di sini banyak pusat perbelanjaan modern,” jelasnya.

Terbuka Usulan Trayek Baru

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan pihaknya terbuka dengan usulan trayek baru. Menurutnya, pemantauan kebutuhan transportasi umum di wilayah terus dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan daerah.

“Kami terbuka dengan kebutuhan trayek baru, titik bus stop atau pemberhentian halte, dan rerouting. Tentunya, karena izin trayek itu ada di Dinas Perhubungan maka kami akan berkoordinasi dengan instansi tersebut,” ucap Welfizon.

Ia menambahkan, pengadaan armada akan disesuaikan dengan kebutuhan dan panjang trayek. “Kami tetap terbuka untuk aspirasi masyarakat, dalam upaya mengoptimalkan layanan Transjakarta,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6