Pesan Ayah Affan Kurniawan untuk Ojol dan Pendemo Agar Tak Anarkis: Cukup Anak Saya yang jadi Korban

Keluarga Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal dilindas mobil rantis Brimob, meminta pendemo baik ojol, mahasiswa dan masyarakat agar tidak bertindak anarkis. Cukup anaknya yang jadi korban akibat kericuhan demo.

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Zulkifli meminta ojol dan masyarakat tidak anarkis.
  • Ia menyerahkan kasus anaknya sepenuhnya pada penegak hukum.
  • Zulkifli berharap proses hukum adil dan transparan bagi pelaku.

Liputan6.com, Jakarta - Zulkifli, ayah dari Affan Kurniawan pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob, memberi pesan kepada seluruh driver ojek online dan masyarakat. Pesannya agar semua pihak tidak bertindak anarkis. Zulkifli meminta masyarakat tetap menahan diri agar situasi tidak semakin memanas.

“Saya minta kepada mitra-mitra online cukup anak saya yang menjadi korban. Saya sudah serahkan kepada penegak hukum. Saya sudah pasrah masalah kepergian anak saya. Saya mohon kepada rekan-rekan jangan sampai kejadian seperti anak saya,” imbau Zulkifli dalam konferensi pers di Balai Warga Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Dia kembali menyampaikan pesan agar semua pihak tidak terbawa emosi. Proses hukum akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Itu saja yang saya sampaikan dan mohon juga kepada adik-adik mahasiswa di tanah air baik dari Sabang sampai Merauke tolong percayakan kepada aparat kepolisian,” sambungnya. 

Ayah Affan Percayakan pada Polisi

Ayah Affan meminta agar proses hukum berjalan adil dan transparan. Dia mendorong semua pelaku harus diberi hukuman setimpal. 

“Aparat yang berbuat anarkis harus dihukum sama dengan anak saya yang telah meninggal dunia,” kata Zulkifli.

Keluarga mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian. Karena itu, dia meminta semua pihak menahan diri agar tidak ada lagi korban yang jatuh akibat kericuhan demo.

“Kalau saya maunya ya minta keadilan saja. Saya percayakan kepolisian. Jangan sampai anarkis semua yang di sini, sama rekan-rekan saya lah, jangan sampai kedua kalinya lagi terjadi, semacam kayak anak saya saja,” jelasnya. 

Ketika ditanya apakah ia masih percaya kepada kepolisian meski pelaku berasal dari Brimob, Zulkifli berharap ada itikad baik kepolisian mengusut tuntas aparat yang terlibat hingga menyebabkan anaknya kehilangan nyawa. 

“Saya masih percaya polisi. Tidak semuanya anarkis. Cuma saya minta keadilan,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6