Mahfud MD soal Demo Ricuh Berujung Driver Ojol Tewas: Yang Salah Pejabat Korup Serakahnomics

Menurut Mahfud, pendemo yang marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak represif karena mereka menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, Mahfud menilai peronel aparat barakuda yang menabrak Affan hingga meninggal juga harus dikasihani.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 14:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mahfud MD meminta jernih melihat insiden demo ricuh dan kematian ojol.
  • Pejabat korup adalah biang kericuhan, bukan pendemo atau aparat panik.
  • Tujuh personel Brimob diperiksa terkait insiden mobil rantis melindas ojol.

Liputan6.com, Jakarta- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta semua pihak untuk jernih melihat peristiwa demonstrasi berujung ricuh dan menyebabkan satu pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia bernama Affan Kurniawan.

Menurut dia, pendemo yang marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak represif karena mereka menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, Mahfud menilai peronel aparat barakuda yang menabrak Affan hingga meninggal juga harus dikasihani.

"Sabar dan jernih dalam melihat peristiwa. Mereka yang demo dan marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak secara represif karena mereka menyampaikan aspirasi dalam penegakan keadilan," kata Mahfud melalui akun Instagramnya @mohmahfudmd, Jumat (29/8/2025).

"Personel aparat berbarakuda di lapangan yang kemudian menabrak pendemo juga harus dikasihani. Mereka itu mungkin panik karena terjepit. Jika tidak tegas disalahkan oleh atasan, tetapi jika terlalu tegas berhadapan dengan massa," sambungnya.

Biang Kericuhan Demo Pejabat Korup Serakahnomics

Dia menyampaikan pihak yang harus disalahkan atas kejadian ini yakni, pejabat-pejabat yang korupsi. Mahfud menyebut mereka sebagai biang utama atas demonstrasi yang berujung kericuhan ini.

"Yang salah adalah pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi yang serakahnomics. Itu biang utamanya. Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya," tutur dia.

Kronologi Affan Tewas Dilindas Mobil Rantis

Affan Kurniawan (21) tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi kerusuhan dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Menurut Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, Affan terpeleset saat berusaha menyeberang di tengah kericuhan. Mobil barakuda Brimob yang melaju tidak berhenti dan akhirnya melindas tubuh korban.

"Sebetulnya ini kan ada mobil barakuda ini berjalan di tengah dengan kecepatan ini ya. Nah, sepertinya almarhum ini ingin menyeberang dari sebelah kiri ke sebelah kanan, namun terpeleset di tengah," ujar dia.

"Terpeleset di tengah, akhirnya terlindas seperti itu. Nah, saat terlindas ini harusnya kan mobil barakuda itu mundur, tapi itu tidak mundur, karena mungkin juga massa juga bergerak menuju mobil tersebut, hingga akhirnya ya mau tidak mau barakuda itu melanjutkan perjalanannya," sambung dia.

Insiden itu memicu kemarahan rekan-rekan ojol. Massa ojol sempat mengejar kendaraan taktis tersebut hingga masuk ke Mako Brimob, Kwitang.

7 Terduga Pelaku Ditahan di Polda Metro Jaya

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyampaikan, ada sebanyak tujuh anggota Polri yang berada di dalam mobil rantis Brimob lindas ojol hingga tewas saat demonstrasi DPR RI.

"Jadi saat ini perlu saya sampaikan kembali, pelaku sudah diamankan. Pelaku tujuh orang sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Propam Mabes dan Brimob Polri," tutur Karim di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap tujuh anggota tersebut dilakukan di Markas Brimob Polda Metro Jaya kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

"Jadi sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Kendaraan sudah diamankan, sudah ada di Kwitang. Jadi kendaraan dan pelaku tujuh orang dalam pemeriksaan," jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6