20 Juta Orang Ikut Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes: Warga Makin Sadar Pentingnya Periksa Rutin

Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dilakukan di 38 provinsi, 510 kabupaten/kota, dan 10.132 Puskesmas.

Diperbarui 23 Agustus 2025, 10:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • CKG Kemenkes jangkau 20 juta peserta per 22 Agustus 2025.
  • Layanan CKG tersebar di 38 provinsi dan 10.132 Puskesmas.
  • CKG deteksi dini masalah kesehatan di berbagai kelompok usia.

Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, per 22 Agustus 2025, jumlah peserta yang sudah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) kumulatif, baik masyarakat umum maupun siswa di sekolah melampaui 20 juta orang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan, capaian signifikan ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis.

“Partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran semakin besar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, baik untuk pencegahan maupun deteksi dini,” kata Aji, Sabtu (23/8/2025).

CKG Sudah Jangkau 38 Provinsi

Dia menyebutkan, CKG telah dilakukan di 38 provinsi, 510 kabupaten/kota, dan 10.132 Puskesmas. Layanan diberikan di fasilitas kesehatan, sekolah, dan komunitas. Pada kategori umum/reguler, tercatat 19.402.547 orang telah dilayani.

Kemudian, pada CKG Sekolah melayani 682.602 peserta didik, yang terdiri atas kelompok SD 496.020 murid, SMP 124.022 murid, SMA 70.950 murid dan lainnya 1.610 murid. Secara rata-rata, saat ini CKG telah diikuti sekitar 340.000 orang per harinya.

"Selain cakupan luas, temuan awal CKG juga memberikan gambaran penting mengenai masalah kesehatan masyarakat di berbagai kelompok usia," ujarnya.

Penemuan tersebut sebagai berikut:

Masalah Kesehatan yang Dideteksi Lewat CKG

Bayi baru lahir: kelainan saluran empedu (19,3 persen), berat lahir rendah (6,1 persen), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,9 persen).

Balita dan anak pra sekolah: gigi-karies (31 persen), anemia pada anak usia 2 tahun (9,2 persen), dan stunting (5,6 persen).

Dewasa: aktivitas fisik kurang (95,9 persen), gigi-karies (43,3 persen), dan obesitas sentral (34,9 persen).

Lansia: aktivitas fisik kurang (96,6 persen), gigi-karies (60,8 persen), dan hipertensi (40,9 persen).

Deteksi Dini Kunci Cegah Masalah Kesehatan

Menurut Aji, temuan tersebut menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah masalah kesehatan menjadi lebih berat dan membebani masyarakat maupun negara.

“Dengan CKG, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, sehingga langkah pencegahan dan intervensi lebih cepat dilakukan,” dia menjelaskan, dilansir Antara.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program CKG di fasilitas layanan kesehatan terdekat dan sekolah.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6