Prabowo Subianto: Kemiskinan Terjadi Karena Pemimpinnya Tidak Pandai

Presiden Prabowo Subianto menilai kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh pemimpin yang tidak pandai dan lemah dalam mengelola negara.

Diterbitkan 22 Agustus 2025, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemiskinan terjadi karena pemimpin tidak pandai dan tidak mampu hadapi penjajahan.
  • Bangsa harus bersatu dan pemimpin harus bekerja sama, tidak terpecah belah.
  • Indonesia harus merdeka dari kemiskinan dengan mengelola kekayaan bersama.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyebut kemiskinan terjadi disebabkan pemimpin-pemimpin negara yang tak pandai dan handal.

Selain itu, kata dia, para pemimpin tak mengerti bagaimana menjalankan sebuah negara sehingga bangsa asing dapat menguasai Indonesia yang kaya.

"Saudara harus mengerti bahwa kemiskinan itu terjadi karena pemimpin-pemimpinnya tidak pandai, tidak handal, tidak kuat, tidak mampu menghadapi penjajahan dari luar," kata Prabowo saat memberikan pembekalan kepada kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2025).

"(Kemiskinan) Karena pemimpin tidak pandai, karena pemimpin tidak handal, tidak paham bagaimana menjalankan negara dengan sebaik-baiknya, maka bangsa-banhsa asing bisa menguasai Nusantara yang begini luas," sambungnya.

Dia mengingakan masyarakat untuk tidak melupakan sejarah bangsa Indonesia. Prabowo menuturkan hal ini salah satu upaya untuk memperbaiki semua kekurangan-kekurangan bangsa Indonesia di masa lampau.

"Kita tidak pernah boleh melupakan sejarah bangsa yang melupakan sejarah adalah bangsa yang akan ditakdirkan mengalami kembali kesalahan-kesalahan di masa lampau. Karena itu salah satu upaya kita sekarang adalah untuk segera memperbaiki semua kekurangan-kekurangan kita sebagai bangsa," jelasnya.

Harus Bersatu

Menurut Prabowo, para pemimpin, wakil rakyat, hingga menteri lahir dari para guru dan mereka yang terdidik. 

Dia menekankan para pemimpin harus kuat iman dan hati, serta jangan mau diadu domba pihak lain.

"Bangsa ini harus bersatu, semua pemimpin harus kerjasama tidak boleh diadu domba lagi. Tidak boleh menjadi pemimpin yang berhari kecil, berhati kerdil," tutur Prabowo.

 

Jangan Jadi Negara Gagal

Prabowo menuturkan ada lebih dari 200 negara di dunia yang dibagi atas beberapa kategori. Dia menegaskan Indonesia harus merdeka dari kemiskinan dan kelaparan.

"Kita tidak boleh menjadi negara yang gagal, kita harus merdeka dari kemiskinan, kelaparan, merdeka dari penderitaan dan itu bisa kita capai dan itu Insya Allah akan kita capai bersama-sama," jelas Prabowo.

Prabowo mengajak semua pihak bersama-sama menjaga dan mengelola kekayaan Indonesia. Dengan begitu, dia optimistis Indonesia akan kembali menjadi negara yang berhasil.

"Kita bersatu bersama-sama menjaga dan mengelola kekayaan kita sehingga kita perbaiki kekurangan-kekurangan kita. Kita atasi penyakit-penyakit masyarakat yang ada di tubuh kita supaya kita kembali menjadi negara yang berhasil," pungkas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6