Ironi Patung Antikorupsi di Lobi Kemenaker, Tapi Wamennya Dicokok KPK

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer terjaring OTT KPK terkait dugaan pemerasan sertifikasi K3.

Diperbarui 23 Agustus 2025, 08:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Begitu kaki melangkah masuk ke lobi Gedung A Kementerian Ketenagakerjaan, mata langsung bisa melihat sosok lelaki. Dia adalah manekin yang lagi berdiri.

Tapi busananya cukup menarik perhatian. Manekin itu mengenakan rompi oranye bertuliskan “Tahanan KPK”. Tak cukup sampai di situ, di dadanya tergantung tanda bertuliskan “Jangan Mimpi Pakai Rompi Ini”.

Manekin sengaja dipasang untuk mengingatkan para pegawai Kementerian Ketenagakerjaan untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Dia mengakui keberadaan patung itu sebagai alarm untuk para anak buahnya.

<p>Manekin mengenakan rompi oranye bertuliskan “Tahanan KPK” di lobi Gedung A Kementerian Ketenagakerjaan (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)</p>

"Teman-teman kalau lihat di sini ada patung orang pakai rompi orange. Saya selalu mengingatkan proses layanan kita perbaiki, apalagi K3 ini saya sangat concern. Angka kecelakaan kita masih memprihatinkan, kita perlu percepatan dalam pelayanan K3 dan seterusnya. Jadi makanya kami prihatin dan kita menyayangkan sekali sebenarnya," ujar Menaker Yassierli.

 

 

Wamenaker Kena OTT KPK

Diketahui, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

OTT tersebut, terkait kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan yang mengurus sertifikasi K3. Selain pria yang akrab disapa Noel itu, ada sembilan orang lainnya yang ditangkap dalam OTT KPK tersebut.

Yassierli tak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya.

"Saya prihatin dan menyayangkan peristiwa dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini sedang diproses oleh KPK. Bagi saya dan keluarga besar Kementerian Ketenagakerjaan, ini adalah pukulan yang berat," ujar dia.

Dia menekankan sejak awal kepemimpinannya sudah berupaya untuk mencegah terjadinya praktik korupsi di Kemnaker. Semua pejabat diminta teken Pakta Integritas. Khusus untuk layanan K3, Yassierli menyebut hampir seribu perusahaan jasa K3 (PJK)

"Jadi sekali lagi, berbagai hal sudah kita lakukan untuk membangun sistem yang lebih baik di Kemenaker ini," ujar dia.

Selain itu, Yassierli mengaku sudah merotasi pegawai yang terlalu lama di posisinya, memperbaiki alur layanan agar transparan, hingga merevisi sejumlah aturan lama.

"Peristiwa ini harus dijadikan pembelajaran bersama, dan saya berharap kedepan tidak ada lagi insan di Kementerian Ketenagakerjaan yang terlibat praktek korupsi atau penyimpangan dalam bentuk apapun," tandas dia.

Jejak Politik dan Kekayaan Immanuel Ebenezer

Immanuel Ebenezer, yang dikenal dengan panggilan Noel, memiliki rekam jejak politik yang cukup panjang dan dinamis sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Ia dikenal luas sebagai pendiri dan ketua umum Relawan Jokowi Mania (JoMan), sebuah kelompok yang secara aktif mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Peran ini menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam barisan relawan politik.

Pada Pilpres 2024, arah dukungan politik Noel sempat mengalami perubahan signifikan. Meskipun sempat mendeklarasikan dukungan JoMan untuk Ganjar Pranowo, ia kemudian mendirikan relawan Prabowo Mania 08. Relawan ini dibentuk untuk mengawal pencalonan Prabowo Subianto, menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi Noel dalam kancah perpolitikan nasional.

Langkah politik Noel semakin serius ketika ia bergabung dengan Partai Gerindra. Ia bahkan maju sebagai calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan Kalimantan Utara. Meskipun berhasil meraih suara yang cukup signifikan, Noel tidak berhasil melenggang ke Senayan, namun tetap menunjukkan komitmennya dalam dunia politik praktis.

Selain kiprah politiknya, Immanuel Ebenezer juga pernah menjabat sebagai komisaris di anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), yaitu PT Mega Eltra, pada periode 2021-2022. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Noel tercatat memiliki total harta Rp17,62 miliar tanpa utang. Porsi terbesar hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp12,15 miliar yang berlokasi di Depok dan Bogor. Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan lima unit kendaraan senilai Rp3,34 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp2,03 miliar, menunjukkan profil kekayaan yang substansial.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6