Pramono Anung Rasakan Sendiri Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Janjikan Hal Ini

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui kemacetan parah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan bak mimpi buruk. Pramono juga telah mengecek sendiri kondisi kemacetan tersebut karena adanya proyek galian.

Diterbitkan 20 Agustus 2025, 09:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI akui kemacetan parah di TB Simatupang akibat proyek galian.
  • Diminta perkecil bedeng proyek dan tertibkan 'pak ogah' di lokasi.
  • Pemprov DKI bertanggung jawab, akan beri informasi lengkap ke masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui kemacetan parah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan bak mimpi buruk. Pramono juga telah mengecek sendiri kondisi kemacetan tersebut karena adanya proyek galian.

Oleh sebab itu, dia meminta agar bedeng-bedeng proyek galian itu bisa diperkecil, sehingga lajur jalan tidak semakin sempit. Pramono juga ingin 'pak ogah' di sekitar kawasan Jalan TB Simatupang turut ditertibkan.

"Tanggal 16 kemarin saya sengaja mencoba, saya bersama sopir berdua saja memang parah. Memang kondisi lapangannya sangat sulit, beberapa pekerjaan itu sebenarnya bedengnya bisa dikecilin, kita minta itu untuk dikecilin. Kalau perlu Gubernur tanda tangan, saya tanda tangan," kata Pramono dikutip dari unggahan Instagram @pramonoanungw, Rabu (20/8/2025).

Menurutnya, terkait dengan keberadaan 'pak ogah' diperlukan kolaborasi lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk proses penertiban. Sehingga bisa mengatasi kemacetan di sana.

 

 

Tanggung Jawab Pemprov DKI Jakarta

"Dinas Perhubungan, Satpol PP itu nampak di permukaan. Saya tidak mau di lapangan ada lagi 'pak ogah-pak ogah'; enggak boleh ada lagi untuk itu mohon Satpol PP dan sebagainya untuk ditertibkan," ujarnya.

Pramono menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan macet di kawasan TB Simatupang.

 

Beri Informasi Lengkap ke Masyarakat

Dia juga meminta jajarannya agar dapat memberikan informasi lengkap kepada masyarakat soal kondisi di jalan tersebut.

"Itu menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab dalam kondisi (macet) seperti ini kita hadir disaat itu. Sejak awal diberitahu (ke masyarakat) 'kalau kamu lewat sini pasti macet' dan kita mengimbau mereka (masyarakat) untuk naik transportasi umum dan itu perlu terus disampaikan," ucap Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6