Modus Licik Kakek di Tambora: Raup Uang Tanpa Keringat Setetes Pun!

Bukan sekali dua kali, kakek yang tinggal di kolong jembatan itu mengaku sudah dua bulan menjalani modus ini.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 11:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kakek A (65) ditangkap polisi di Tambora karena modus penipuan tabrak diri.
  • Modusnya menabrakkan diri ke mobil lalu meminta uang pengobatan dari pengemudi.
  • Pelaku telah beraksi dua bulan, meraup Rp600 ribu per minggu.

Liputan6.com, Jakarta - Siang itu terik matahari menyinari kawasan Jembatan 2, Tambora. Di pinggir jalan, seorang kakek mondar-mandir, matanya menatap ke arah mobil yang lalu-lalang.

Bukan untuk meminta tumpangan, melainkan mencari pengemudi yang akan menjadi targetnya. Kakek itu berinisial A (65). Aksinya berakhir di tangan polisi yang sudah mengintai gerak-geriknya saat hendak beraksi.

"Kami tangkap yang bersangkutan saat akan beraksi. Awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini sedang kembali melancarkan aksinya," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudrajat Djumantara dalam keterangan tertulis, Kamis (14/8/2025).

Modusnya terbilang licik. A sengaja menabrakkan diri ke mobil yang sedang lewat. Begitu pengemudi panik, ia pura-pura kesakitan lalu meminta sejumlah uang dengan dalih uang pengobatan.

"Pelaku ini meminta tebusan atau biaya pengobatan kepada pengendara tersebut," jelas Sudrajat.

Bukan sekali dua kali, kakek yang tinggal di kolong jembatan itu mengaku sudah dua bulan menjalani modus ini. Dalam seminggu, ia bisa meraup keuntungan Rp600 ribu per-minggu.

"Selama dua bulan beraksi, pengakuannya sekitar empat kali korban memberikan uang ganti rugi kepada pelaku," tutur Sudrajat.

Awalnya Coba-Coba

A awalnya mengaku cuma coba-coba. Tapi setelah percobaan pertama sukses, aksinya terus diulang. Uang hasil memalak dipakai untuk makan dan kebutuhan sehari-hari.

"Uangnya dipakai buat beli makan, buat kebutuhan sehari-hari yang bersangkutan. Pelaku tinggal sendiri, dia tinggal di kolong," tutur Sudrajat.

Namun tak semua usaha mulus. Pernah, seorang pengemudi memergokinya sambil merekam aksi di kamera ponsel. Mendengar itu, pelaku A saat itu tidak berkutik dan memilih untuk langsung kabur.

"Random aja kendaraan yang diincar, pelaku hanya melihat situasi dan kondisi. Kalau memungkinkan, yang bersangkutan melancarkan aksinya," jelas Sudrajat.

 

Masuk Jeruji Besi

Kini, si kakek hanya bisa pasrah saat menjalani pemeriksaan Polsek Tambora.

Dia terancam menikmati hangatnya jeruji besi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6