Puluhan Sekolah di Jakarta Ikut Serta Pecahkan Rekor MURI Asesmen Bahasa Inggris Online

Rekor Museum Rekor Indonesia (Rekor MURI) berhasil dipecahkan dalam Asesmen Bahasa Inggris Online 4 Keterampilan Terbesar di Indonesia.

Diperbarui 10 Agustus 2025, 22:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rekor Museum Rekor Indonesia (Rekor MURI) berhasil dipecahkan oleh penyedia layanan solusi pendidikan terbesar se-Indonesia, Medan Pustaka Mas (MPM) pada Sabtu 9 Agustus 2025.

Rekor MURI yang dipecahkan adalah 'Asesmen Bahasa Inggris Online 4 Keterampilan Terbesar di Indonesia' dengan kategori Peserta Tes Terbanyak.

Sebanyak 2.774 peserta dari 28 sekolah di Jakarta menjadi bagian dari total 11.000 peserta se-Indonesia. Angka ini melampaui target awal 7.000 peserta.

"Asesmen Bahasa Inggris Online ini dilakukan di 18 kota yaitu Aceh, Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Medan, Rantau Prapat, Binjai, Pekanbaru, Solo, Semarang, Batam, Pontianak, Palembang, Makassar, Balikpapan, Sangatta, dan Samarinda," ujar CEO and Co-Founder PT Medan Pustaka Mas, Melvi Tan melalui keterangan tertulis, Minggu (10/8/2025).

Dia menyebut, kegiatan ini diinisiasi oleh Medan Pustaka Mas (MPM) dan didukung oleh Pearson untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris pelajar Indonesia.

Diharapkan, kata Melvi, kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris berbasis standar global di kalangan pelajar, serta menyediakan metode pengukuran kemampuan yang cepat, akurat, dan terpercaya.

"Kami bertekad untuk mendorong penggunaan teknologi asesmen online-adaptif ini dalam skala nasional, agar generasi muda Indonesia lebih siap dalam menghadapi tantangan global dengan kemampuan bahasa Inggris yang sudah berstandar internasional," ucap dia.

 

Berikan Motivasi Belajar

Selain memberikan pengalaman unik dan prestisius bagi sekolah-sekolah peserta sebagai bagian dari pencapaian rekor nasional MURI, Melvi berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan motivasi belajar yang lebih tinggi, memperkuat kolaborasi antar sekolah, serta membuka wawasan baru tentang pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menghadapi tantangan global di era digital.

"Keberhasilan event ini akan menjadi bukti nyata potensi besar teknologi dalam memajukan pendidikan di Indonesia dan mempersiapkan generasi muda akan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan global kedepannya," papar dia.

Menurut Melvi, asesmen bahasa Inggris ini menggunakan standar global GSE (Global Scale of English) dan CEFR (Common European Framework of Reference), serta didukung oleh Pearson.

"Kegiatan ini dilakukan secara daring dari sekolah masing-masing, terhubung melalui teknologi canggih yang disiarkan secara langsung via Zoom dan YouTube Medan Pustaka Mas," terang dia.

Acara yang dibuka secara daring oleh Staf Khusus Kemendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul Arif Jamali ini terbagi ke dalam tiga kategori tes.

Ketiganya yaitu English Benchmark Young Learners (EBYL) untuk siswa SD, Level Test untuk siswa SMP-SMA, dan Benchmark Test untuk SMP-SMA, disesuaikan dengan jenjang dan tingkat kemampuan peserta.

Tes dilakukan dala durasi 60 menit dan hasilnya dapat diperoleh secara akurat dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal ini menunjukkan efisiensi teknologi.

"Kami ikut pemecahan rekor MURI Ini karena kami ingin tahu dan ada gambaran anak-anak kami sudah di level apa," papar Manajer Akademik Sekolah Regina Pacis Jakarta Felix Satrio.

"Sebelumnya saya sebenarnya merasa gugup. Sampai saya mengulangi simulasinya semalaman agar saya bisa melakukan secara maksimal. Pas tes lebih gugup lagi karena takut hasilnya tidak maksimal. Tapi setelah tes selesai saya merasa puas dan senang dengan hasil tes saya," ujar salah satu peserta Radewyn Suryadi kelas XII SMA Regina Pacis Jakarta.

"Ini untuk tolok ukur anak-anak sejauh mana kemampuan bahasa Inggris mereka terutama dalam 4 kompetensi ya menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Juga untuk meningkatkan setelah selesai assemen apa yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan dari 4 skill tersebut. Kita senang sekali menjadi bagian pemecahan rekor ini dari SD SMP dan SMA," tutur Kepala Bagian Pendidikan Sekolah Terpadu Putra 1 Dicky Kurniawan.

"Saya sedikit gugup tapi kemudian saya bisa menjawab semua pertanyaan. Paling menarik speaking karena saya harus mendengarkan percakapan dan mengingat apa yang dikatakan," kata siswa kelas IV SD Sekolah Terpadu Putra 1 Gede Raffady Prabawa Anasvara Gede Raffady Prabawa Anasvara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6