34 Pelaut Indonesia Berlayar ke Panggung Global, Pakar: Kebangkitan Maritim

Pakar Kemaritiman IKAL Strategic Center (ISC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, menegaskan, pelayaran bukan hanya soal pengiriman tenaga kerja, tapi soal kehadiran bangsa dalam simpul-simpul peradaban laut dunia.

Diperbarui 08 Agustus 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 34 pelaut Indonesia berprestasi global, menandai kebangkitan maritim nasional.
  • Kehadiran pelaut Indonesia menancapkan bendera di jalur pelayaran dunia.
  • Pelaut Indonesia diakui dunia, menunjukkan SDM maritim berdaya saing tinggi.

Liputan6.com, Jakarta - Pakar Kemaritiman IKAL Strategic Center (ISC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, mengapresiasi 34 pelaut Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung maritim global dalam misi kerja sama berkelanjutan yang dibangun antara PMSol dan mitra internasionalnya.

"Keberangkatan para pelaut ini tidak sekadar peristiwa administratif dalam industri pelayaran, melainkan harus dilihat sebagai sebuah momen strategis yang menandai kebangkitan maritim nasional Indonesia," kata Marcellus Hakeng dalam keterangan diterima.

Hakeng menegaskan, pelayaran bukan hanya soal pengiriman tenaga kerja, tapi soal kehadiran bangsa dalam simpul-simpul peradaban laut dunia. Dia percaya, para pelaut Tanah Air sedang menancapkan bendera merah putih di jalur-jalur pelayaran global yang menentukan arah distribusi energi dunia.

"Ini menunjukkan Indonesia telah berhasil kembali menempatkan diri sebagai salah satu pemasok sumber daya manusia profesional yang memiliki daya saing tinggi di sektor pelayaran internasional. Apalagi, Yunani dikenal sebagai negara dengan salah satu armada pelayaran komersial terbesar di dunia," ungkap dia.

Hakeng optimistis, saat perusahaan pelayaran Yunani mempercayakan kapal-kapal mereka kepada pelaut Indonesia, maka itu bukanlah keputusan sembarangan.

"Mereka pasti sudah melalui proses seleksi ketat dan memperhitungkan banyak aspek. Ini adalah pengakuan atas keunggulan SDM maritim kita," bangga dia.

 

Kolaborasi

Hakeng menekankan, ke depan semua pihak harus berkolaborasi lintas institusi untuk memastikan bahwa pelaut Indonesia terus mendapatkan pelatihan, pendidikan, dan sertifikasi sesuai standar internasional.

"Institusi-institusi pelayaran kita harus bergerak cepat. Dunia berubah, dan permintaan terhadap pelaut yang cakap dalam teknologi, bahasa internasional, serta tanggap terhadap dinamika global sangat tinggi. Bila kita ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka SDM kita harus menjadi pilar yang kuat, bukan hanya untuk kapal-kapal nasional, tetapi juga kapal-kapal berbendera asing," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6