Susi Pudjiastuti Ngamuk Gara-Gara Keramba Jaring Ikan, Colek Dedi Mulyadi Sampai Tagih Janji Prabowo

Susi mengaku sangat prihatin dan sangat terluka.

Diperbarui 07 Agustus 2025, 12:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Susi Pudjiastuti kecewa berat atas izin KJA di Pantai Timur Pangandaran.
  • Tiga perusahaan diizinkan, padahal Prabowo janji jaga keindahan pantai.
  • Susi walk out rapat, khawatir KJA rusak laut dan pariwisata Pangandaran.

Liputan6.com, Jakarta- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meluapkan kekecewaannya terhadap keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat.

Melalui akun X @susipudjiastuti, Susi mengaku prihatin dan sangat terluka. Dia bahkan mencolek Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini saya sebagai rakyat Bapak, sangat sangat prihatin dan luar biasa terluka," tulis Susi dikutip Kamis (7/8/2025).

Susi mengaku sempat menghadiri rapat di Kantor Samsat Pangandaran pada Rabu (6/8/2025) kemarin. Dalam rapat itu terungkap tiga perusahaan sudah mendapatkan izin untuk membuat KJA.

Menurut Susi, seharusnya tiga perusahaan itu tidak mendapatkan izin untuk membuat KJA. Dia kemudian mengungkit janji Prabowo saat kampanye Pilpres 2024 lalu yang ingin mengganti bagan-bagan bambu di perairan Pangandaran demi menjaga keindahan pantai dan produktivitas perikanan tangkap.

"Dulu Bapak Presiden @prabowo waktu berperahu, sudah berjanji yang sangat kita hargai untuk mengganti bagan-bagan bambu supaya Pantai Pangandaran lebih indah dan perikanan tangkap lebih produktif lagi," jelasnya.

Susi Dikabarkan Walk Out Saat Rapat

Dari informasi yang dihimpun Liputan6.com, Susi walk out dalam rapat pembahasan KJA di Kantor Samsat Pangandaran. Sikap tersebut sebagai bentuk protes terhadap perizinan KJA yang dinilainya tidak sesuai aturan.

Susi kemudian meminta perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menanggapi isu tersebut.

Susi, yang dikenal vokal dalam menjaga kelestarian laut, menegaskan bahwa pengembangan KJA secara masif dapat mengancam kualitas air dan keindahan bawah laut Pangandaran yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

Selain Susi, penolakan terhadap KJA juga datang dari Jeje Wiradinata, mantan Bupati Pangandaran dan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Mereka menilai keberadaan KJA akan mengganggu aktivitas nelayan dan pariwisata di kawasan tersebut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6