Sosok Marsma Fajar di Mata KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, dirinya dan Marsma Fajar Ardianto merupakan teman baik.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak berduka atas meninggalnya Marsma Fajar Adrianto.
  • Marsma Fajar sedang membentuk perkumpulan penerbangan olahraga sebelum meninggal.
  • Pesawat latih jatuh 11 menit setelah lepas landas, menewaskan Marsma Fajar.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, dirinya dan Marsma Fajar Adrianto merupakan teman baik. Keduanya sering bertemu dan berdiskusi bersama, khususnya tentang kedirgantaraan.

"Ya kami teman baik, kita sering berkumpul bersama, diskusi, sering bercerita juga tentang kedirgantaraan, ya banyak waktu lah," kata Maruli usai melayat ke rumah duka almarhum Marsma Fajar di Pancoran Jakarta Selatan, Minggu (3/8/2025).

Dia pun kehilangan teman baiknya yang merupakan salah satu penerbang terbaik dari Angkatan Udara (AU) dan menjadi figur. Sebelum meninggal akibat kecelakaan pesawat, Maruli menyebut Marsma Fajar tengah membentuk suatu perkumpulan pecinta penerbangan olahraga dirgantara.

"Yang saya dengar juga beliau sedang membuat perkumpulan pecinta penerbangan olahraga dirgantara. Jadi ya beliau sangat antusias untuk membentuk dan di keluarga besar dirgantara beliau adalah sosok yang sangat jadi figur," jelasnya.

Maruli mengatakan, insiden yang menimpa Marsma Fajar menjadi pembelajaran buat TNI untuk lebih berhati-hati dalam bertugas. Dia pun berharap keluarga Marsma Fajar diberikan kekuatan. 

"Ya mudah-mudahan lah keluarga yang ditinggalkan bisa diberi kekuatan," ucap Maruli.

Kronologi Pesawat Jatuh

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana menyampaikan kronologi insiden jatuhnya pesawat latih di Bogor yang menewaskan Fajar. Dia menyebut, pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB.

Penerbangan ini dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.

"Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak," jelas Nyoman.

Artinya, pesawat hilang kontak 11 menit setelah lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja. Nyoman melanjutkan, tak lama setelah hilang kontak, pesawat ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.

"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," tutur Nyoman.

Nyoman menjelaskan, penerbangan dilakukan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot dan Roni sebagai co-pilot. Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI atau induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.

"Penerbangan telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu," jelas Nyoman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6