Tangis Putra Bungsu Marsma Fajar Adrianto Pecah, Langsung Dipeluk Ibunda saat Tiba di Rumah Duka

Akmal baru tiba di Jakarta karena saat ini berkuliah di luar kota. Putra sulung Marsma Fajar, Naufal Firdaus Sandy Kusuma yang juga berkuliah di luar kota belum tiba di kediaman duka.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 16:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tangis putra bungsu almarhum Marsma Fajar Adrianto, Akmal Fadhililah Randy Kusuma pecah saat tiba di rumah duka untuk menemui sang ayah yang tutup usia, Minggu (3/8/2025).

Marsma Fajar gugur dalam kecelakaan pesawat latih milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) di Kawasan Ciaruteun, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jabar, Minggu siang.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, putra bungsu Marsma Fajar tiba di rumah duka, Jalan Triloka XI, Pancoran Jakarta Selatan pada pukul 17.49 WIB. Setibanya di rumah duka, Akmal pun langsung memeluk erat sang ibu, Dewi Kurnia.

Akmal menangis di pelukan sang ibu. Kesedihan terlihat di wajah keduanya. Sang ibu pun mencoba menenangkan Akmal. Dewi pun membawa Akmal ke dalam rumah untuk melihat almarhum sang ayah. Dia dibantu oleh satu keluarga.

Akmal baru tiba di Jakarta karena saat ini berkuliah di luar kota. Putra sulung Marsma Fajar, Naufal Firdaus Sandy Kusuma yang juga berkuliah di luar kota belum tiba di kediaman duka.

 

Dimakamkan di Probolinggo

Jenazah Marsma TNI Fajar Adriyanto  rencananya akan dimakamkan di Probolinggo, Jawa Timur, Senin, 4 Agustus 2025. 

Jenazah Fajar akan diterbangkan melalui Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Senin pagi, menuju Malang terlebih dahulu.

"Untuk kegiatan besok pagi, rencana jenaza almarhum Marsma Fajar akan digeser ke Malang lewat Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 06.30 menggunakan pesawat Hercules," jelas Kadispen TNI AU Marsma I Nyoman Suadnyana di rumah duka Jalan Triloka XI, Pancoran, Jawa Timur, Minggu (3/8/2025).

Dia mengatakan, jenazah Marsma Fajar akan dibawa dari Malang menuju Probolinggo melalui jalur darat. Marsma Fajar akan dikuburkan di pemakaman milik keluarganya sebelum waktu salat zuhur.

Di sisi lain, I Nyoman menceritakan Marsma Fajar merupakan seorang pilot terbaik yang dimiliki TNI AU. Dia pernah menjadi penerbang pesawat tempur F-16 bersama Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Tonny Harjono.

"Beliau menjadi panutan kita, orang berdedikasi tinggi. Beliau betul-betul banyak inovasi untuk Dispen AU, beliau sangat dekat sama siapapun," tutur I Nyoman.

 

Kronologi Kecelakaan

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana menyampaikan kronologi insiden jatuhnya pesawat latih di Bogor yang menewaskan Fajar. Dia menyebut, pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB.

Penerbangan ini dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.

"Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak," jelas Nyoman.

Artinya, pesawat hilang kontak 11 menit setelah lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja. Nyoman melanjutkan, tak lama setelah hilang kontak, pesawat ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.

"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," tutur Nyoman.

Nyoman menjelaskan, penerbangan dilakukan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot dan Roni sebagai co-pilot. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI atau induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.

"Penerbangan telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu," jelas Nyoman.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6