Rangkaian HUT ke-80 RI Dimulai Hari Ini, Dibuka Zikir dan Doa Kebangsaan di Tugu Proklamasi

Rangkaian bulan kemerdekaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI akan dimulai pada Jumat (1/8/2025). Bulan kemerdekaan akan dibuka dengan acara zikir dan do'a kebangsaan.

Diperbarui 01 Agustus 2025, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian bulan kemerdekaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI akan dimulai pada Jumat (1/8/2025). Bulan kemerdekaan akan dibuka dengan acara zikir dan do'a kebangsaan yang digelar di kawasan Tugu Proklamasi Jakarta, Jumat malam ini.

"Pemerintah akan membuka agenda bulan kemerdekaan dengan acara Doa Kebangsaan pada tanggal 1 Agustus malam ini. Pada tahun ini lokasi yang dipilih adalah Kawasan Tugu Proklamasi," jelas Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Presiden Prabowo Subianto diagendakan hadir dalam acara zikir dan doa kebangsaan. Acara juga akan dihadiri 1.500 orang, termasuk ulama.

Pada tahun-tahun sebelumnya, zikir dan doa kebangsaan HUT RI diselenggarakan di halaman Istana Merdeka Jakarta. Juri menyebut Tugu Proklamasi merupakan tempat yang bersejarah bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia sehingga dipilih menjadi lokasi zikir dan doa kebangsaan tahun ini.

"Sekaligus sebagai simbol rasa syukur kita atas perjuangan para pendiri bangsa dan para pahlawan bangsa," ujarnya.

Juri menuturkan zikir dan doa kebangsaan merupakan wujud bahwa bangsa Indonesia bukan hanya bangsa yang berketuhanan. Namun, juga bangsa yang penuh toleransi dan plural sesuai dengan semuanya Bhinneka Tunggal Ika.

"Jadi nanti malam teman-teman akan ada kegiatan Doa Kebangsaan di Kawasan Tugu Proklamasi Menteng," ucap Juri.

 

Kukuhkan Paskibraka

Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengukuhkan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) nasional pada 13 Agustus 2025. Mereka nantinya bertugas di halaman Istana Merdeka saat upacara HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025.

Prabowo juga akan menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada individu, kelompok, institusi yang dinilai memiliki jasa, karya, kepeloporan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Rencananya, akan diselenggarakan pada 13 Agustus 2025 di Istana Negara.

Pada 15 Agustus 2025, Prabowo menyampaikan Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Kemudian, Prabowo dijadwalkan melakukan Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada 16 Agustus pukul 00.00 WIB.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa di seluruh wilayah Indonesia juga dilaksanakan Apel Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan setempat, di provinsi maupun kabupaten kota," ujar Juri.

Puncak acara yakni, upacara detik-detik proklamasi yang akan digelar di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2025. Prabowo akan bertindak sebagai Inspektur Upacara.

 

Kirab Bendera

Upacara detik-detik proklamasi akan didahuli dengan kirab bendera dan teks proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka, dengan menggunakan kereta kencana dan dikawal pasukan berkuda pada pukul 08.00 WIB. Upacara penurunan bendera merah putih dilakukan pada sore harinya.

Untuk menyemarakan HUT ke-80 RI, pemerintah akan menggelar karnaval kemerdekaan pada 17 Agustus 2025 malam. Nantinya, instansi pemerintah, kementerian/lembaga, TNI-Polri, hingga BUMN akan menampilkan program-program unggulan dalam kendaraan hias.

"Jadi karnaval ini akan melintasi rute dari kawasan Monas sampai persimpangan Semanggi. Jadi malam hari akan diadakan karnaval, hias masing-masing instansi, lembaga akan menghias mobilnya masing-masing dan akan menyusuri jalan Monas, jalan Thamrin sampai Sudirman," tutur Juri.

Dia menyampaikan pemerintah menyelenggarakan Merdeka Run 8.0K, jadi 8.0K pada 24 Agustus di Jakarta. Angka 8.0 dipilih sesuai dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

"Dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana, Bapak Presiden memberi beberapa arahan penting agar kegiatan ini selain harus hikmat, juga dirayakan dengan penuh sukacita, riang gembira, dan berdampak bagi masyarakat," pungkas Juri.

"Sehingga rangkaian Upacara Detik-detik Proklamasi di Istana akan diisi oleh berbagai kegiatan dan kegiatan ini betul-betul akan dikemas secara inklusif, melibatkan partipasi masyarakat seluas-luasnya," sambungnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6