Lukisan SBY Gambarkan Gaza Porak Poranda dengan Bendera PBB Patah, Penuh Makna Mendalam dan Kritik

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan konflik yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina.

Diperbarui 30 Juli 2025, 18:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SBY prihatin konflik Gaza yang melanggar hukum internasional.
  • Banyak korban sipil berjatuhan, SBY merasa miris melihatnya.
  • SBY kritik PBB tidak berdaya, divisualisasikan lewat lukisan bendera patah.

Liputan6.com, Jakarta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan konflik yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina. SBY menilai, peperangan yang terjadi di sana telah melewati batas karena banyak hukum internasional yang dilanggar.

“Saya harus mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza itu sudah betul-betul cross the line, semua rules, hukum-hukum perang, militer, konvensi Jenewa hilang,” kata SBY dalam pidato peradaban terkait gejala “The World Disorder and The Future of Our Civilization” yang digelar Institut Peradaban di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025).

SBY miris dengan banyaknya kematian di Gaza akibat konflik tersebut. Dia menyebut, kematian yang disebabkan amat ekstrem dan tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Nyaman kah kita menonton tayangan televisi berjatuhan korban anak-anak, orang tua ngantre makan pun untuk bertahan hidup jadi korban jumlahnya tidak sedikit. Kita nonton dari ruang ber AC bisa minum kopi dengan hati yang nyaman. Menurut saya, ini bukan lagi peradaban yang kita ingin capai dan bangun,” jelas SBY.

Makna Bendera PBB Patah

SBY pun menuangkan kegelisahannya terkait kondisi di Gaza lewat sebuah lukisan. Ia berujar, ikut-ikutan bersikap diam dan membiarkan apa yang terjadi di Gaza membuat kita menjadi manusia yang tidak bermoral.

“Lukisan saya di situ, ini ada quote dari Einstein 'The world will not be destroy by those who do evil but by those who watch them without do anything. Dunia tidak akan hancur oleh mereka-mereka yang berperilaku seperti setan, tapi yang berusaha membiarkan setan-setan itu merusak dunia,” ungkap SBY.

SBY juga menyampaikan ketidakberdayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi situasi di Gaza. Untuk menggambarkan hal itu, SBY melukis bendera PBB yang tampak patah, sebagai simbol ketidakberdayaan lembaga tersebut.

“Kita semua menurut saya berdosa bahkan tidak bermoral kalau membiarkan, tidak ada usaha untuk menghentikan. Ini bendera PBB saya bikin patah karena PBB tidak berdaya. Dewan Keamanan PBB do nothing,” ucap SBY.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6