Cegah Kasus Penyerangan Rumah Doa di Padang Terulang, Menag Akan Terapkan Kurikulum Cinta

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyesalkan terjadinya kasus penyerangan rumah doa umat kristen GKSI Anugerah Padang oleh sejumlah orang, pada Minggu, 27 Juli 2025.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyesalkan terjadinya kasus penyerangan rumah doa umat kristen GKSI Anugerah Padang oleh sejumlah orang, pada Minggu, 27 Juli 2025.

Ia akan mengutus tim Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengusut kasus tersebut dan mencari solusi terbaik demi mencegah hal itu terulang kembali, tidak hanya di Padang tapi seluruh wilayah Indonesia.

"Saya berharap itu peristiwa yang terakhir dengan kejadian itu. Kesalahpahaman dan sebagainya harus sudah dihentikan," ujar Menag Nasaruddin Umar ditemui seusai pembukaan rapat evaluasi pelaksanaan haji 1446H/2025 di Tangerang, Senin malam, 28 Juli 2025.

Ia mengatakan, kasus penyerangan itu mencoreng citra Indonesia sebagai bangsa yang majemuk tetapi saling menghormati. Untuk itu, sebuah pendekatan baru disiapkan untuk mengatasi masalah serupa di kemudian hari.

Menurut Nasaruddin, Kemenag akan mengajarkan kurikulum cinta kepada seluruh santri, siswa, dan mahasiswa untuk menanamkan semangat kebersamaan dan kemanusiaan.

Ia meyakini, jika kurikulum cinta sudah diterapkan dan mendarah daging sejak muda, segala sekat, prasangka, kecurigaan, dan kesalahpahaman bisa hilang.

"Insya allah kurikulum yang kita perkenalkan ini akan menekankan aspek humanity-nya, identity-nya. Kesamaan dan kemanusiaannya akan menyelesaikan perbedaan," kata Nasaruddin.

Sementara itu sebelumnya, video perusakan rumah doa beredar viral di media sosial (medsos). Sejumlah orang mendatangi tempat yang sedang menggelar doa hingga membuat suasana di lokasi kacau.

 

9 Orang Ditangkap

Buntut dari peristiwa, sembilan orang sudah diamankan. Wakapolda Sumbar Brigjen Polisi Solihin mengatakan, jumlah itu bisa saja terus bertambah apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatan pelaku lainnya.

"Percayalah, polisi akan menindaklanjuti kasus ini dan tidak boleh ada di Sumatera Barat ini yang main hakim sendiri," kata Brigjen Polisi Solihin, dikutip dari Antara, Senin, 28 Juli 2025.

Terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy menyesalkan terjadinya peristiwa itu. Menurutnya, apa yang dilakukan sekelompok orang di rumah doa umat Kristen Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang sama sekali tidak mencerminkan sikap masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi toleransi.

"Bagaimana pun juga, saya tidak membenarkan adanya kekerasan dan intimidasi dalam bentuk apapun. Peristiwa seperti ini (perusakan rumah doa) harus kita sikapi secara berimbang," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang.

 

Tidak Cerminkan Sumbar

Vasko menambahkan, Sumbar dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, toleransi, dan kehidupan beragama yang damai.

Karena itu, sikap intoleransi dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun sebab tidak mencerminkan nilai-nilai masyarakat Minangkabau yang berlandaskan prinsip "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah."

Menurut Vasko, pemerintah dan pihak terkait masih mendalami secara komprehensif penyebab perusakan rumah doa umat Kristen di Kota Padang, termasuk memahami akar persoalan yang muncul ke publik. Menurut dia, di era digital, informasi menyebar dengan sangat cepat dan mudah membentuk persepsi seolah-olah Sumbar intoleran.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sumbar agar kejadian ini diusut secara menyeluruh, transparan, dan adil," kata dia menegaskan.

Ia berharap para pelaku yang diduga melakukan perusakan rumah doa umat Kristen segera diproses sesuai hukum yang berlaku demi keadilan terhadap korban. Langkah itu sekaligus untuk memastikan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Sumatera Barat adalah rumah bagi seluruh anak bangsa. Mari kita rawat rumah ini bersama dengan semangat cinta kasih, saling menghormati dan menciptakan rasa aman bagi semuanya," tutup Vasko.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6