Kompolnas Nilai Motif Kematian Misterius Diplomat Muda Kemlu Arya Daru Tak Harus Dibuktikan, Ini Alasannya

Komisioner Kompolnas Chairul Anam menyarankan sinyal motif kasus kematian misterius Diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan (ADP) tidak harus dibuktikan.

Diperbarui 28 Juli 2025, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kompolnas sarankan motif kematian diplomat ADP tak perlu dibuktikan.
  • Fokus pada latar belakang peristiwa yang memiliki rangkaian jelas.
  • Ditemukan tas berisi laptop, obat, dan surat rawat jalan korban.

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Kompolnas Chairul Anam menyarankan sinyal motif kasus kematian misterius Diplomat muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan (ADP) tidak harus dibuktikan.

Menurut dia, dalam konteks peristiwa saat ini hal yang lebih penting adalah latar belakang dan kesesuaian dari peristiwa itu sendiri yang sudah memiliki kecocokan dalam satu rangkaian yang sudah terang.

"Dalam konteks peristiwa seperti ini, kita tidak mengenal apakah motif harus dibuktikan atau tidak. Makanya saya lebih suka menggunakan kata background peristiwa. Ini (kematian ADP) memiliki background yang terang," kata Anam di Polda Metro Jaya, Senin (28/7/2025).

Anam menjelaskan, konteks background terang yang dimaksud ketika adanya penjelasan logis dari dokter forensik mengenai sejumlah tanda di tubuh jenazah. Jika ada memar dan lebam, maka ada pembuktian scientific mengapa hal itu bisa terjadi.

"Semua hal dibuktikan termasuk dengan foto dan kami dijelaskan detail foto awal sebelum autopsi sampai dilakukan autopsi dan dijelaskan kondisi tubuhnya seperti apa dan itu paling penting," jelas dia.

Soal apakah ada atau tidaknya pidana terkait kematian misterius ADP, Anam enggan bersuara. Menurut dia, hal itu akan disampaikan Polda Metro Jaya.

"Polda Metro Jaya besok yang mengumumkan," tandas dia.

Fakta-Fakta Baru

Misteri kematian diplomat muda Kemlu yang tewas dengan kepala terlilit lakban di kamar kos perlahan mulai terungkap. Tas milik diplomat Kemlu tewas Arya Daru Pangayunan (39) sudah ditemukan.

Reonald Simanjuntak mengungkap, tas itu berisi laptop, obat, hingga pakaian. Tas itu sempat dibawa Arya Daru ke Rooftop lantai 12 Gedung Kemlu sebelum ditemukan tewas.

"Laptop, pakaian yang baru dibeli, ada beberapa obat-obatan yang korban bawa, terus ya pokoknya belanjaan yang baru dia beli, beberapa nota, beberapa alat-alat kantor lah gitu," ujar Reonald.

Dalam tas itu ditemukan juga surat rawat jalan Arya Daru Pangayunan (ADP) yang dikeluarkan salah satu rumah sakit umum di Jakarta. Surat itu dikeluarkan pada Juni 2025.

Reonald menjelaskan, dalam rekaman CCTV yang beredar, Arya Daru sempat membawa tas tersebut ke rooftop gedung Kemenlu. Namun saat turun dari rooftop, Arya Daru tampak tak membawa tas.

Reonald mengatakan, akses menuju rooftop Gedung Kemlu harus menggunakan tangga darurat dari lantai 12. Sementara akses dari lantai dasar menuju lantai 12 bisa menggunakan lift.

"Liftnya itu sampai lantai 12, terus pakai tangga darurat (ke rooftop), ada tangga darurat ke rooftop itu," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6