Peliknya Hidup di Rusunami Terpaksa 'Semedi' di Kali karena Buruknya Sanitasi

Selama lebih kurang 30 tahun tinggal di Rusunami Bidara Cina, masalah septic tank tak pernah selesai.

Diterbitkan 28 Juli 2025, 14:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sanitasi Rusunami Bidara Cina bermasalah karena jumlah toilet tak sebanding dengan hunian.
  • Warga terpaksa BAB di kali atau got akibat WC mampet dan septic tank bermasalah.
  • Warga senang pembangunan 10 septic tank yang diharapkan perbaiki sanitasi Rusunami.

Liputan6.com, Jakarta - Sanitasi menjadi hal penting yang seharusnya dimiliki tiap hunian. Apalagi jika tempat tinggal itu dihuni banyak orang.

Kondisi inilah yang terjadi Rumah Susun Milik atau (Rusunami) Bidara Cina, di Jakarta Timur (Jaktim). Jumlah sanitasi di sana tak sebanding dengan 688 unit hunian yang tersebar di tujuh blok dan empat lantai.

Aktivitas BAB kian menjadi masalah karena WC atau toilet yang tersedia sering mampet dan sulit digunakan. Belum lagi baunya, bikin perut mual.

Masalah Septic Tank Bertahun-tahun Tak Selesai

Surip (67) salah satu penguni Rusunami Bidara Cina sudah tinggal di sana sejak 1995. Bersama keluarganya, Surip pindah ke sana sejak digusur dari kawasan Kampung Melayu, yang berdekatan dengan Kali Ciliwung.

Selama lebih kurang 30 tahun tinggal di Rusunami Bidara Cina, masalah septic tank tak pernah selesai.

“Dulu sudah ada, tapi dulu kan tidak berjalan mungkin atau gimana yang pertama. Yang itu ditaruh di sebelah sana, di belakang RPTRA, kan tidak jalan itu,” kata Surip ditemui di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025).

Surip tinggal di lantai tiga Rusunami. Katanya, warga yang tinggal di lantai atas termasuk aman dari persoalan WC mampet. Namun, berbeda dengan tetangganya yang tinggal di lantai dasar. Mereka kerap komplain karena merasakan dampak langsung dari penuhnya septic tank.

“Lantai 1 mampet, terus entar ke bawah lantai dasar gitu, udah gitu aja,” ucap dia.

Terpaksa BAB di Kali

Diakui Surip, kala WC mampet banyak warga yang akhirnya memilih buang air besar di got atau saluran air kecil terbuka lainnya seperti kali atau got terdekat.

“Akhirnya pada ngalirnya ke Kali situ atau ke got ada itu salurannya,” ucap dia.

Effendi (61) juga menyampaikan hal yang serupa. Dia juga mengungkapkan banyak warga yang memilih buang air besar (BAB) ke kali terdekat karena tidak adanya septic tank dan WC yang sering mampet.

“Pada lari ke got karena udah mampet kayaknya,” kata Effendi.

Effendi berujar, selama 7 tahun tinggal di hunian Rusunami Bidara Cina, bau kotoran juga sering tercium saat hujan atau kali mengalami banjir.

“Kali sini, kali mati itu. Kalau banjir ya dari sini aja keluar menguap ke atas,” ujar dia.

Warga Senang Pembangunan 10 Septic Tank

Kondisi ini membuat warga penghuni Rusunami Bidara Cina menyambut baik pembangunan 10 septic tank di wilayah Jakarta Timur, termasuk salah satunya di Rusunami Bidara Cina.

Adapun peletakan batu pertamanya di lakukan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di Rusunami Bidara Cina pada Senin (28/7/2025). Warga berharap, adanya septic tank bakal membuat proses sanitasi di Rusunami menjadi lebih sehat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6