Momen Hari Anak Nasional, Ketua Umum TP PKK Dorong Penguatan Pendidikan untuk Sambut Indonesia Emas 2045

Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan anak sebagai langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Diperbarui 26 Juli 2025, 12:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • HAN momentum tingkatkan kualitas generasi penerus bangsa Indonesia Emas 2045.
  • Orang tua wajib penuhi hak anak: pendidikan, bermain, layanan administrasi.
  • PKK aktif dukung program pencegahan stunting dan vaksinasi nasional.

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan anak sebagai langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa anak merupakan aset berharga bagi keluarga, bangsa, dan negara.

“Pada saat itu [momentum Indonesia Emas 2045] adalah seharusnya Indonesia memiliki generasi yang bisa bersaing di dunia internasional dengan kemampuannya, kualitasnya. Tidak hanya jumlahnya yang banyak, tapi juga diiringi dengan kemampuan kualitas bersaing dan sumber daya yang sangat bisa diandalkan,” ujar Tri saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (23/7/2025).

Tingkatkan Kepedulian terhadap Perlindungan Anak

Tri menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional adalah saat yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak, memberikan kasih sayang, dan memenuhi hak-hak dasar mereka. Ia juga menyoroti masih banyaknya persoalan yang menimpa anak-anak di Indonesia, terutama terkait kasus kekerasan.

Menurutnya, peran anak sangatlah penting. Untuk itu, para orang tua tidak hanya bertanggung jawab dalam melindungi anak-anak, tetapi juga mesti berupaya memenuhi seluruh hak mereka, seperti hak memperoleh layanan administrasi kependudukan, pendidikan formal maupun nonformal, serta kesempatan untuk bermain.

Di sisi lain, Tri berharap para orang tua dapat memberikan pengawasan dalam penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. Dengan begitu, anak-anak dapat terhindar dari dampak negatifnya.

“Tahun ini, Hari Anak bertemakan anak Indonesia bersaudara. Kita tentunya inginkan dengan tema ini, bahwa anak Indonesia juga bisa mengenal dan memahami bahwa Indonesia tidak hanya satu daerah saja, tapi sangat luas,” jelasnya.

Ia menuturkan, anak-anak perlu mengenal luasnya wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, perlu pula ditanamkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Dalam momentum Hari Anak Nasional ini, terdapat beberapa subtema yang menjadi perhatian berbagai pihak. Di antaranya: generasi emas bebas stunting, pendidikan inklusif untuk semua, anak cerdas digital, stop perkawinan anak, dan anak terlindungi menuju Indonesia Emas.

Menanggapi subtema tersebut, Tri mengajak seluruh kader TP PKK untuk aktif mendukung program pencegahan stunting. Ia optimistis bahwa dengan keterlibatan TP PKK, penanganan stunting bisa dilakukan secara maksimal.

“Ini PKK saya yakin sudah tahu bagaimana stunting, pencegahannya, dan salah satunya adalah imunisasi dan vaksinasi. Besok saya ada acara sosialisasi untuk penanganan vaksinasi yang masih memerlukan gerakan lebih gencar di Provinsi Papua Tengah ini,” tandas Tri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6